Berita Bangka Barat

Diiming-imingi Bisa Pikat Pria Idaman Pakai Ajian Semar Mesem, Remaja Malah Dicabuli Sampai Hamil

Ajian semar mesem menjadi senjata pamungkas Tar (56) mencabuli gadis di bawah umur sebut saja Mawar (14).

Diiming-imingi Bisa Pikat Pria Idaman Pakai Ajian Semar Mesem, Remaja Malah Dicabuli Sampai Hamil
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Konfrensi pers di gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ajian semar mesem menjadi senjata pamungkas Tar (56) mencabuli gadis di bawah umur sebut saja Mawar (14).

Aksi bejat tersebut dilakukan Tar, berulang kali hingga membuat Mawar mengandung enam bulan.

Area perkebunan Kelapa sawit PT GSBL Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok dijadikan tempat Tar melampiskan nafsu pada November 2019 silam.

Pengakuan ini disampaikan Tar, disela sela konfrensi Pers di gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat, Jumat (14/2/2020).

Sekilas tak ada yang istimewa dari ajian berlapaskan tulisan Jawa tersebut.

Ajian semar mesem, menjadi senjata pamungkas Tar (56) menggerayangi tubuh gadis dibawah umur sebut saja Mawar (14)
Ajian semar mesem, menjadi senjata pamungkas Tar (56) menggerayangi tubuh gadis dibawah umur sebut saja Mawar (14) (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Mulanya Mawar meminta bantuan Tar memikat hati sang pujaan hati. Tar pun menyanggupi permintaan Mawar tersebut namun dengan catatat dan syarat harus bersetubuh dengan dirinya.

Secarik kertas putih lusuh menjadi pelapis bait demi bait ajian yang dipercaya ampuh menaklukan hati pria idaman Mawar. Ajian tersebut diperoleh Tar dari temannya beberapa tahun silam.

"Dia (Nawar) minta bantu agar cowoknya suka. Saya bilang saya punya ajian ini dapat dari kawan. Selain ajian itu ada syarat lain, yaitu bersedia ditiduri. Baru empat kali saya lakukan di area kebun GSBL itu lah," ujar Tar, Jumat (14/2/2020)

Pengaruh Internet Pemicu Mawar Termakan Bujuk Rayu Tar

Pengaruh internet dan minimnya pendidikan menjadi salah satu pemicu Mawar (14) termakan bujuk rayu Tar.

Hal ini diungkapkan Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan, disela konfrensi pers di gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat, Jumat (14/2/2020)

Mantan kasat PJR Polda Banten tersebut mengaku prihatin banyaknya kasus pencabulan anak di bawah umur akhir akhir ini.

Dirinya pun meminta Kepala Desa dan Camat, berperan aktif mengawasi kembang tumbuh warganya.

"Salah satu pemicunya karena pengaruh internet, kurang perhatian keluarga. Selain keluarga kami juga minta kepada Kades, Camat, beperan mengawasi lingkungan mereka," bebernya.

(bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved