Info Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5.1 SR, Jumat 14 Februari 2020 di Maluku Tenggara Barat

Adapun posisi pusat gempa Maluku Tenggara Barat itu berada pada titik koordinat Lintang Bujur 6.66 Lintang Selatan (LS) dan 130.67 Bujur Timur (BT).

Info Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5.1 SR, Jumat 14 Februari 2020 di Maluku Tenggara Barat
Bangkapos.com
Ilustrasi rumah rusak akibat gempa bumi 

BANGKAPOS.COM-Berdasarkan informasi catatan dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Gempa Gumi pada hari ini terjadi di dekat Maluku Tenggara Barat pada 01:17:31 WIB, Jumat, 14 Februari 2020.

Data BMKG menunjukkan gempa Maluku Tenggara Barat hari ini berkekuatan Magnitudo 5.1 SR.

Adapun posisi pusat gempa Maluku Tenggara Barat itu berada pada titik koordinat Lintang Bujur 6.66 Lintang Selatan (LS) dan 130.67 Bujur Timur (BT).

Sedangkan untuk kedalaman pusat gempa tersebut adalah 125 kilometer. Selain itu, berdasarkan data yang dicatat dari BMKG melalui laman bmkg.go.id untuk lokasi pusat gempa bumi Maluku Tenggara Barat hari ini berada pada 161 km Barat Laut Maluku Tenggara Barat. BMKG menyatakan gempa Maluku Tenggara Barat hari ini tidak berpotensi tsunami.

Catatan

Sebagai informasi, Skala MMI (Skala Mercalli) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902.

Skala MMI lalu dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann pada 1931. Skala MMI terbagi menjadi 12 kategori dampak guncangan gempa bumi. Petunjuk soal dampak gempa yang dimaksudkan pada setiap kategori skala MMI adalah sebagai berikut: Skala I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang Skala II MMI:

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Skala III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Skala IV MMI: Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Skala V MMI: Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. Skala VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik bisa rusak, kerusakan ringan.

Halaman
123
Penulis: Dedy Purwadi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved