Berita Pangkalpinang

Sebanyak 75 TKA Asal China Masih Belum Kembali ke Bangka Belitung

"Pihak imigrasi masih menutup tidak memberikan kujungan dari China datang ke Indonesia," ujar dia

Sebanyak 75 TKA Asal China Masih Belum Kembali ke Bangka Belitung
Bangkapos.com / Riki Pratama
┬áKepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung Harrie Patriadi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sebanyak 75 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di Provinsi Bangka Belitung belum kembali ke Babel.

Hal ini terkait dengan larangan dari Pemerintah Indonesia untuk pemegang paspor China masuk dan transit ke Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung Harrie Patriadi mengatakan, sebanyak 75 TKA asal China pulang ke negara asalnya karena libur perayaan tahun baru dan imlek beberapa waktu lalu.

"Kita telah mendapat kabar, terkait mencuatnya wabah virus corona, sehingga perlu dicegah. Sesuai data laporan dari Desember 2019, kita punya 75 orang tenaga asing asal China di Babel, setelah kroscek alamat dan perusahaan, sejak 20 Desember mereka pulang ke China dan belum kembali hingga saat ini," ujar Harrie kepada wartawan, Jumat (14/2/2020) di ruang kerjanya.

Harrie menjelaskan sampai saat ini pihak Imigrasi juga masih menutup akses khusus warga China yang ingin pergi atau datang ke Indonesia.

"Pihak imigrasi masih menutup dan tidak memberikan kujungan dari China datang ke Indonesia," ucap Harrie.

Kepala KKP Bantah Ada Warga Bangka Belitung yang Dikarantina di Natuna

Ada Pemeriksaan Berkala terkait Isu Virus Corona

Ia menambahkan, pihak perusahan yang memperkerjakan TKA asing nantinya diwajibkan untuk menerapkan serta melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada seluruh pegawainya.

"Terkait masih ada perusahan yang memperkerjakan TKA, kami ada program yang harus melaksanakan K3 adanya pemeriksaan kesehatan secara berkala memihat resiko kerja, terkait isu virus corona ini,"lanjutnya

Ia menjelaskan warga China yang bekerja menjadi TKA di Babel kebanyakan merupakan tenaga ahli dipekerjakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

"Mereka ini memiliki perusahaan di pusat Jakarta, dan bekerja di Babel mereka tenaga ahli punya spesifikasu, seperti ada di kelistrikan, mesin dan marketing pemasaran,"tuturnya.

BREAKING NEWS - Bareskrim Mabes Polri Gerebek Praktik Judi Online di Green Zone Pangkalpinang

Penggerebekan Judi Online di Greenzone Pangkalpinang, Satu Orang Dinyatakan Positif Narkoba

Selain warga China, Harrie mengatakan banyak warga negara lainya yang bekerja di Babel, total di tahun 2019 mencapai angka 300an orang, tersebar di Kabupaten/Kota.

"Semebtara untuk TKA lainya tetap bekerja seperti biasa, total ada 300an TKA bekerja di Babel, itu data tahun 2019 sumber dari Imigrasi,"katanya (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved