Berita Sungailiat

Dua Ibu-ibu di Sungailiat Ini Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Atik juga mencurahkan keinginannya agar pemerintah dapat memperhatikan kehidupan masyarakat menengah ke bawah.

Dua Ibu-ibu di Sungailiat Ini Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Pokok
bangkapos.com/ Ramandha
Warga Sungailiat, Atik saat berbelanja di pasar murah di Sungailiat, Sabtu (15/2/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Digelarnya pasar murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (15/2/2020) pagi, di Taman Kota Sungailiat, mendapat respons positif dari warga Kota Sungailiat yang menyempatkan diri untuk berbelanja bahan pokok kebutuhan sehari-hari.

Atik, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Lingkungan Tunghin, Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat misalnya.

Dia menyambut baik kehadiran pasar murah di tengah semakin tingginya harga kebutuhan bahan pokok di pasaran.

"Terbantu itu pasti. Setidaknya di sini (pasar murah) kita bisa beli beras, bawang dan lain-lainnya lebih murah," jelasnya.

"Seperti harga beras kan di sini lebih murah daripada di pasar tradisional. Karena kan ini langsung distributornya," ungkap Atik.

Atik juga mencurahkan keinginannya agar pemerintah dapat memperhatikan kehidupan masyarakat menengah ke bawah.

Ia juga berharap agar harga bahan pokok tidak terus mengalami kenaikan.

"Harganya kalau bisa jangan naik-naik. Kami rakyat yang susah. Kalau harganya tinggi, seperti bawang putih baru-baru ini, kan enggak bisa beli banyak. Paling per ons. Tolonglah pemerintah, pikirkan rakyat," harapnya.

Sementara itu, Diana, IRT asal Lingkungan Sudi Mampir, Kecamatan Sungailiat, juga ikut merasakan dampak dari kenaikan harga bawang, khususnya bawang putih.

Kenaikan harga bawang putih ini sendiri, dikatakannya, membuat keperluan bumbu masakan atas bawang jadi berkurang.

Halaman
123
Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved