Berita Sungailiat

Tanggapi Isu Kenaikan Bawang Putih, Disperindag Bangka Belitung Gelar Pasar Murah di Sungailiat

Riza Ariyani mengatakan, pasar murah digelar karena menanggapi isu kenaikan bawang putih yang terjadi akhir-akhir ini.

Tanggapi Isu Kenaikan Bawang Putih, Disperindag Bangka Belitung Gelar Pasar Murah di Sungailiat
bangkapos.com / Ramandha
Kegiatan pasar murah di Taman Kota Sungailiat, Sabtu (15/2/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, menggelar kegiatan pasar murah di Taman Kota Sungailiat, Sabtu (15/2/2020) pagi.

Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Babel Riza Ariyani mengatakan, pasar murah digelar karena menanggapi isu kenaikan bawang putih yang terjadi akhir-akhir ini.

Selain itu, pasar murah ini juga digelar dalam rangka menindaklanjuti rapat di tingkat pusat Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tentang menanggapi isu mahalnya harga bawang putih di tengah masyarakat.

"Pihak Kementerian sendiri telah memanggil jajaran importir yang ada di pusat dan diketahui bahwa untuk beberapa bulan ke depan itu (bawang) ternyata mencukupi. Kenaikan harga ini sendiri itu kan, sebelumnya ditengarai dengan adanya isu virus Corona," jelasnya.

Manchester United Berburu Gelandang Baru, Kali Ini James Maddison Leicester City Jadi Target

Siapa Pengirim Sinyal Aneh dari Luar Angkasa yang Rutin Dikirim ke Bumi Tiap 16 Hari Masih Misteri

Kisah Warga Jambi Temukan Emas Bergambar Soekarno, Ditawar Rp750 Juta, Berikut Hasil Pengecekannya

"Untuk itu telah dipastikan oleh pihak Kementerian terkait bahwa diketahui kalau virus korona sendiri tidak menular ke Tanaman jenis hortikultura. Jadi sebelumnya keran impor yang ditutup kini telah dibuka kembali," ungkapnya.

Riza juga berharap agar masyarakat jangan khawatir tentang isu tersebut.

Menurutnya, Jauh sebelum isu itu muncul, Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dalam hal ini pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melakukan pengecekan terhadap stok barang yang diketahui mencukupi untuk beberapa bulan kedepan.

Para importir yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan, dikatakannya, telah bersepakat untuk menjual bawang putih dengan harga Rp 29 Ribu hingga Rp 30 Ribu perkilogram (kg) secara nasional.

Lalu, di tingkat distributor dijual dengan harga Rp 32 Ribu perkg.

"Kita dua hari sebelumnya telah memanggil distributor yang ada di wilayah Bangka Belitung serta memberitahu mereka agar segera mengambil barang impor di pusat. Kami juga tegaskan ke mereka, kalau harga telah diatur oleh Kementerian tersebut," terang Riza.

"Karena itu pada hari ini kita menggelar pasar murah yang tidak hanya menjual bawang putih, tetapi juga barang sembako lainnya. Di sini juga kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa stok (bawang) di Bangka Belitung hingga saat ini masih mencukupi. Dua hari yang lalu kita cek di sini ada sekitar 10 ton bawang yang siap dijual ke masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bangka Dalyan Amri kepada Bangkapos.com menyampaikan, kedepannya Disperindag Kabupaten Bangka, akan segera berkoordinasi dengan satgas pangan untuk melakukan pengecekan harga bawang serta bahan pokok lainnya di Kabupaten Bangka.

Dalyan juga sempat heran, dengan stok ketersediaan yang sedemikian berlimpahnya, harga bawang tetap tinggi di pasaran. Pengecekan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak lagi terbebani dengan naiknya harga bawang maupun bahan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Nantikan tetap kita koordinasikan ke satgas, terkait apakah ada pihak-pihak lain yang memang memanfaatkan situasi saat ini, tentang corona," pungkasnya. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved