Financial Fair Play, Aturan yang Banyak Memakan Korban Klub Besar

Financial Fair Play kembali memakan korban. Paling terbaru menjerat Manchester City.Juara bertahan Liga Inggris itu dilarang tampil dua tahun di

Financial Fair Play, Aturan yang Banyak Memakan Korban Klub Besar
Tribunnews
Bendera UEFA 

BANGKAPOS.COM - Financial Fair Play kembali memakan korban. Paling terbaru menjerat Manchester City.

Juara bertahan Liga Inggris itu dilarang tampil dua tahun di kompetisi Eropa. Larangan tersebut mulai aktif berlaku musim depan.

Artinya, Manchester City tak bisa bermain di Liga Champions musim depan, apapun hasil yang mereka peroleh di kompetisi domestik musim ini.

 Man City bukanlah klub pertama yang menjadi korban peraturan Financial Fair Play.

Sejak pertama kali diterapkan pada 2011 silam, tercatat sudah ada sejumlah klub yang mengalami nasib serupa, salah satunya AC Milan.

Seperti Man City, AC Milan juga tengah menjalani sanksi larangan berkompetisi di level Eropa yang dijatuhkan 2018 silam.

Paris Saint-Germain juga pernah divonis melanggar financial fair play. Namun, lolos setelah memenangkan banding yang diajukan lewat Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS).

Financial Fair Play mulai diterapkan saat UEFA dipimpin Michel Platini. Tujuan penerapannya untuk mencegah klub terlilit masalah utang piutang.

Jadi, setiap klub wajib menyeimbangkan neraca keuangannya.

Selain itu, Financial Fair Play diterapkan untuk mencegah klub yang hanya mengandalkan uang pemilik untuk berbelanja pemain.

Legenda sepak bola Perancis sekaligus mantan Presiden UEFA, Michel Platini.AFP Legenda sepak bola Perancis sekaligus mantan Presiden UEFA, Michel Platini.
Halaman
12
Penulis: tidakada004
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved