Buat Sertifikat Tanah hanya Bayar Rp 200 sampai Rp 350 Ribu, Begini Cara dan Syaratnya

Tahun 2020 ini sesuai dengan keputusan tiga menteri, maka biaya pembutan PTSL hanya Rp200 perbidang tanah.

Buat Sertifikat Tanah hanya Bayar Rp 200 sampai Rp 350 Ribu, Begini Cara dan Syaratnya
KOMPAS.com
Menteri ATR dan Kepala BPN Sofyan Djalil (kanan). 

BANGKAPOS.COM--Sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional atau BPN Kota Pagaralam bekerjasama dengan sejumlah Kecamatan di Pagaralam disambut baik masyarakat Pagaralam.

Pasalnya tahun 2020 ini sesuai dengan keputusan tiga menteri, maka biaya pembutan PTSL hanya Rp200-350 ribu  perbidang tanah.

Hal ini sangat membantu masyarakat dalam rangka melegalkan kepemilikan hak tanah milik mereka.

Ditengah gencarnya pemerintah membagikan ribuan sertifikat tanah kepada warga di beragam daerah, belakangan ada warga yang mengaku diminta sejumlah uang untuk pengurusan sertifikat.

Dikonfirmasi soal hal itu, Menteri ART/Kepala BPN Sofyan Djalil mengaku sudah mendengar informasi tersebut.

Dia menegaskan adanya pungutan hingga jutaan rupiah itu bukan berasal dari jajarannya.

"Ini memang jadi masalah. Saya kira masih ada case 1 atau 2. Karena begini, ketentuan yang ada SKB 3 Menteri di Pulau Jawa itu bisa memungut sampai dengan Rp 200 ribu untuk kepentingan sertifikat dan di luar Pulau Jawa Rp 350 ribu. Kalau di BPN sekarang tidak ada pungutan sama sekali. Ini praktik lama, ada kelompok masyarakat yang memungut," tutur Sofyan, Rabu (6/2/2019) di Istana Negara.

Ke depan kata Sofyan, pihaknya akan terus mensosialisasikan bahwa pengurusan sertifikat tanah di BPN adalah gratis.

‎Apabila ada warga yang dimintai biaya diluar Rp 200-Rp 350 ribu, dia meminta segera melaporkannya ke penegak hukum agar diproses.

"Pungli sesuai instruksi presiden dilaporkan saja ke penegak hukum karena itu tindakan yang tidak benar. Kecuali yang Rp 200-350 ribu, itu sesuai SKB Tiga Menteri. Di luar aturan itu, ilegal. BPN sudah lebih baik, karena persoalan (pungutan) hanya di lingkungan saja," tegasnya.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved