Berita Pangkalpinang

Gelar Simulasi Pelayanan SKHPN, BNNK Pangkalpinang Ingin Wujudkan ZI WBK/WBBM

Menurut Habibi, pihaknya sampai sekarang terus meningkatkan pelayanan atas pembuatan SKHPN tersebut.

Gelar Simulasi Pelayanan SKHPN, BNNK Pangkalpinang Ingin Wujudkan ZI WBK/WBBM
Bangkapos.com/Ramandha
Staf Humas BNNK Pangkalpinang, Habibi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pelayanan pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) bagi masyarakat, hingga saat ini terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Humas BNNK Pangkalpinang, Habibi, kepada Bangkapos.com, Senin (17/2/2020).

Menurut Habibi, pihaknya sampai sekarang terus meningkatkan pelayanan atas pembuatan SKHPN tersebut.

Dengan diperingatinya Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 di setiap bulannya, menjadi motivasi sendiri pihaknya dalam mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

"Tadi pagi, sebelum melakukan aktivitas kerja, kita melaksanakan upacara bendera memperingati ZI (zona integritas) WBK/WBBM yang dipimpin oleh bapak kepala. Itu merupakan kiat kita kedepannya," jelas Habibi.

"Untuk itulah, setelah melaksanakan upacara tadi, kita juga lakukan simulasi pelayanan SKHPN pagi tadi. Dimana kita semakin ingin berbenah meningkatkan pelayanan," ucapnya.

Dia menuturkan, rangkaian simulasi Pelayanan SKHPN ini, merupakan tindak lanjut dari keharusan pihaknya sebagai organisasi untuk memberikan pelayanan publik yang prima.

Simulasi SKHPN juga dimaksudkan untuk mengetahui dan melakukan evaluasi kinerja pelayanan yang telah dilakukan BNNK Pangkalpinang sebelumnya.

"Agar kita tahu, apa saja yang kurang. Lalu nantinya kita lakukan perbaikan-perbaikan dari pelayanan yang sudah-sudah," terangnya.

"Kita juga sudah membangun pusat pelayanan yang siap melayani masyarakat untuk kebutuhan pembuatan SKHPN dan lain-lain di sini," ungkapnya.

Habibi menyampaikan, antusias masyarakat, khususnya yang ada di Kota Pangkalpinang dalam pembuatan SKHPN saat ini cukup tinggi. Terlihat dari jumlah peserta pemohon SKHPN terhitung pada tahun 2019 lalu yang mencapai 800 lebih peserta.

"Mereka banyak yang buat sebagai syarat bekerja. Kan banyak itu, perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan itu. Ada juga dari pemkot (pemerintah kota) kita, yang tenaga kontrak datang. Dari TNI/Polri juga ada ke sini," katanya.

"Kita tidak membatasi kok. Mau domisili di mana saja boleh buat SKHPN di sini. Kita terbuka, selama ada yang membutuhkan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved