Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kelenteng di Kelurahan Pasir Putih Hampir Roboh Akibat Aktivitas Tambang Ilegal

Pagar berdinding asbes terpasang di depan tempat ibadah umat Thionghoa di Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Kelenteng tempat ibadah umat Thionghoa di Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Senin (17/2/2020) yang terkikis akibat tambang ilegal 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pagar berdinding asbes terpasang di depan tempat ibadah umat Thionghoa di Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, pemasangan pagar tersebut guna menahan tanah yang terkikis air.

Bangunan tua itu hampir roboh, jika tidak dibuat pagar guna menghalangi tanah di depan kelenteng tersebut. Pantauan Bangkapos.com, Senin (17/2/2020) Siang.

Tak jauh dari bangunan tersebut, terdengar gemuruh aktivitas tambang ilegal atau tambang inkonvesional (TI) yang berada di Sungai Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang.

Aktivitas tambang tersebut sudah lama, beroperasi sehingga tempat ibadah tersebut pun, ikut imbasnya.

Bangunan yang semula kokoh berdiri dengan halaman hijaus, kini terlihat miring dengan tanah di halamannya sudah hampir habis, terbawa air.

Kondisi kelenteng tempat ibadah umat Thionghoa di Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Senin (17/2/2020) yang hampir roboh akibat terkikis tambang
Kondisi kelenteng tempat ibadah umat Thionghoa di Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Senin (17/2/2020) yang hampir roboh akibat terkikis tambang (Bangkapos.com/Yuranda)

Kelenteng berwarna merah berukuran kurang lebih 3 kali 2 meter, ini sudah sejak lama menjadi tempat ibadah umat Thionghoa, yang berada di Jalan Kaldera, kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang.

Banyak umat Thionghoa beribadah di sana. Mereka  mengeluh tambang yang sudah mendekati rumah ibadah mereka.

Keluhan itu seakan tidak dihiraukan oleh para penambang, mereka tetap melakukan aktivitas tanpa memikirkan akibat yang tarjadi.

"Sudah lama, dari leluhur kami dulu digunakan untuk ibadah. Ini sudah hampir roboh akibat tambang yang beraktivitas di sini," ungkap Leni, Warga Jalan Kaldera kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Senin (17/2/2020)

Mereka pun mengeluh aktivitas tersebut sangat dekat dengan kelenteng (Tempat ibadah) yang sering digunakan setiap harinya.

"Kalau tidak dipasang pagar didepan bisa roboh kelentengnya, kami bergotong royong membangunnya, " ujarnya.

Kurang lebih 10 ponton tambang ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut, yang terbagi menjadi dua. Satu kelompok berada di tengah sedangkan kelompok lainnya berada tak jauh dari tepian sungai.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved