Berita Pangkalpinang

Pengadilan Agama Berharap Bisa Ada Program Itsbat Nikah Terpadu di Pangkalpinang

Itsbat Nikah Terpadu ini jika terlaksana diharapkan bisa melindungi hak-hak anak serta dapat melindungi perempuan/istri yang dinikahi secara siri.

Pengadilan Agama Berharap Bisa Ada Program Itsbat Nikah Terpadu di Pangkalpinang
bangkapos.com / Suhardi Wiranata
Muhamad Syarif, S.Hi, M.A, Hakim Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hakim di Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang Muhamad Syarif, S.Hi, M.A, , berharap pemerintah dapat melaksanakan Itsbat Nikah Terpadu atau pengesahan nikah untuk masyarakat di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, melaui program Itsbat Nikah Terpadu, PA Kota Pangkalpinang bersama pemerintah ingin membantu masyarakat untuk mengesahkan perkawinan mereka yang belum tercatat di Kementerian Agama.

"kami sudah berkordinasi bersama Kemenag Kota Pangkalpinang untuk merumuskan program itu (Itsbat Nikah)," ujar Syarif saat ditemui bangkapos.com di Ruangan Mediasi Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang, Senin (17/02/20).

Tips Pengembangan Diri : Hal-hal Positif yang Perlu Anda Lakukan di Usia 20 hingga 30 Tahun

Gubernur Erzaldi Minta Naziarto Cepat Menyesuaikan Diri, Berikut Profil Sekda Kelahiran Kace Itu

Stok Masker di Sejumlah Apotek Pangkalpinang Kosong : Wati Cari untuk Anaknya di Taiwan

Dia menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 yang menyatakan bahwa setiap pernikahan harus diawasi oleh pegawai pencatat pernikahan.

Sehingga, apabila ada pernikahan yang tidak melibatkan pencatatan hukum atau pernikahan siri dilakukan, maka dinyatakan sebagai pelanggaran hukum oleh Kementerian Agama.

Program ini juga ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan kartu nikah yang sah secara syariah maupun legal secara hukum.

Selain itu, dalam praktiknya, nikah siri banyak merugikan hak-hak perdata pihak perempuan atau istri maupun anak dari hasil pernikahan tersebut.

"Selain merugikan hak perdata si istri maupun anak, Dipastikan dia tidak bisa membuat Akta Kelahiran anaknya dari pernikahan keduanya, Lebih jauh lagi, negatif nya saat terjadi sengketa warisan, anak tidak bisa menuntut sebagai ahli waris," ujar Syarif

"Karena pernikahan hanya bisa dibuktikan dengan kutipan akta nikah, ketika pasangan itu tidak bisa menunjukkan itu (Akta Nikah) maka pernikahan itu dianggap tidak terjadi," katanya.

Dia berharap program Itsbat Nikah Terpadu ini bisa terlaksana karena bisa melindungi hak-hak anak serta dapat melindungi perempuan atau istri yang dinikahi secara siri. (Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved