Warga Babel Diduga Terinfeksi Corona

Ruang Isolasi RSUP Dijauhi dari Pasien Lain, Dokter Beberkan Penanganan Pasien Diduga Virus Corona

Satu pasien asal Sungailiat Bangka Belitung dicurigai terinfeksi virus corona kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Hatta

Ruang Isolasi RSUP Dijauhi dari Pasien Lain, Dokter Beberkan Penanganan Pasien Diduga Virus Corona
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Tampak luar ruang isolasi pasien diduga terinfeksi corona di RSUP Ir Soekarno Hatta Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu pasien asal Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dicurigai terinfeksi virus corona kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Hatta Bangka Belitung.

Pasien berusia 70 tahun, berjenis kelamin laki-laki tersebut sedang menjalankan tahap pengawasan dari pihak medis.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Hatta Bangka Belitung, dr Liyah Giovana SpP menjelaskan mengenai kondisi pasien terkini..

"Kondisi pasien saat dirujuk ke sini dalam keadaan sesak nafas, aksebilitasnya kurang lebih 28 kali. Saya curiga ada PPOK (Penyakit Pulmonari Obstruktif Kronis), sesuai dengan usianya juga 70 tahun," ujar dr Liyah saat konferensi pers di Gedung Pertemuan Eko Maulana Ali dan Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Ir Soekarno Bangka Belitung. Senin, (17/2/2020).

Pasien tersebut juga belum membutuhkan alat radiator, masih dicukupi dengan tambahan oksigen.

"Kemudian untuk gejala vital lainnya masih dalam pengawasan di ruangan. Kondisi pasien pada pagi ini mulai ada perbaikan dan frekuensi pernapasan mulai menurun," jelasnya.

Pasien yang sedang dalam pengawasan ini berada di ruang isolasi dan ditangani sesuai standar yang ditetapkan.

Tampak luar ruang isolasi pasien diduga terinfeksi corona di RSUP Ir Soekarno Hatta Babel
Tampak luar ruang isolasi pasien diduga terinfeksi corona di RSUP Ir Soekarno Hatta Babel (bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

"Keluarga juga tidak boleh masuk ke dalam ruangan. Jadi tim medis saat masuk ke ruangan tersebut ada APD (Alat Pelindung Diri) khusus," terang dr Liyah.

Ia menegaskan bahwa pasien tersebut bukan suspect terinfeksi corona melainkan pasien dalam kategori pengawasan yang memang perlu diwaspadai.

Pengawasan akan terus dilakukan sampai hasil swap yang dilakukan sudah ada hasil dari Litbang (Penelitian dan Pengembangan), kisaran 6 hari hasil sudah ada bila negatif akan segera dipulangkan.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved