Cari Kelapa Ketemu Mayat

Terungkap Identitas Jasad yang Ditemukan Satpol PP Babar, Keluarga Tolak Otopsi, Ini Alasannya

Sesosok jasad yang ditemukan dengan posisi telentang dan mengeluarkan bau tak sedap, Senin (17/2) akhirnya terungkap.

bangkapos.com/Anthoni Ramli
Keluarga Menolak Otopsi, tak ditemukan tanda kekerasan di tubuh Very 

"Terakhir almarhum kelihatan kamis kemarin. Biasanya tiap hari datang ke rumah dan hanya makan saja. Setelah itu pergi lagi ke pondoknya. Karena kadang pulang kadang tidak, ya keluarga tak begitu hirau sampai akhirnya dapat informasi seperti ini," kata Pariman, Senin (17/2/2020).

Very (43) ditemukan terbujur kaku di pondok miliknya yang berada perkebunan belakang bengkel Lukman, Kampung Warga Mulya, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Senin (17/2/2020)
Very (43) ditemukan terbujur kaku di pondok miliknya yang berada perkebunan belakang bengkel Lukman, Kampung Warga Mulya, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Senin (17/2/2020) (bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Jasad Very Ditemukan Satpol PP Bangka Barat

Sebelumnya jasad Very (43) ditemukan terbujur kaku di pondok miliknya, yang berada perkebunan belakang bengkel Lukman, Kampung Warga Mulya, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Senin (17/2/2020)

Jasad warga belakang Tangsi tersebut ditemukan dengan posisi telentang dan mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolsek Muntok, AKP Alfian Ali mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan Budi, seorang anggota Sat Pol PP Kabupaten Bangka Barat yang tengah mencari buah kelapa pukul 11.00 WIB. Temuan tersebut kemudian dilaporkan Budi ke Polsek Muntok.

"Mayatnya pertama kali ditemukan anggota Sat Pol PP yang sedang mencari kelapa sekitar jam sebelas tadi siang. Setelah itu, kami langsung melakukan evakuasi jenazah korban," ujar Alfian dilokasi penemuan jenazah, Senin (17/2/2020) siang.

Kapolsek Muntok, AKP Alfian Ali menyebut pihak keluarga menolak otopsi jasad Very warga belakang Tangsi, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat

Menurut pihak keluarga korban mempunyai riwayat penyakit yang diidapnya selama bertahun tahun. Selain itu tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

Saat ini jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sejiran Setason untuk dibersihkan dan selanjutnya dibawa ke rumah duka. Korban diprediksi telah tewas beberapa hari lalu.

Hal ini terlihat dari kondisi tubuh korban yang telah menghitam serta mengeluarkan bau tak sedap.

"Tadi kami sudah kordinasi dengan pihaj keluarga. Mereka menolak visum dan otopsi karena yakin itu keluarga mereka. Dari keterangan keluarga korban memiliki riwayat penyakit maag kronis," kata Alfian, Senin (17/2/2020)

(Bangkapos.com/ Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved