Breaking News:

Benarkah Pengendara Motor yang Jatuh di Bawah Jembatan Emas Naik sampai Puncak? Begini Jelasnya

Benarkah Pengendara Motor yang Jatuh di Bawah Jembatan Emas Pangkalpinang Naik sampai Puncak? Begini Jelasnya

bangkapos.com
ilustrasi grafis lokasi kecelakaan di jembatan emas pangkalpinang 

"Lah aku peringatkan mereka bang, cuman tidak mau mendengar," lanjutnya.

Dia menceritakan, dengan kecepatan tinggi korban menggeber motor satria FU menerobos pintu palang pengamanan Jembatan Emas.

"Mereka sudah diperingatkan bang, tapi masih saja palang diterobos," kata Dodi.

Dengan nada suara bergetar, Dodi menceritakan, awalnya dia bersama kedua temannya tersebut datang dari Desa Romadhon, Bangka Tengah menuju ke Pangkalpinang sekitar pukul 15.00 WIB sore.

Sebelum sampai ke Jembatan Emas, mereka sempat singgah ke Pantai Pukan.

"Kami sempat mampir ke Pantai Pukan, di sana kami sempat minum," ungkap Dodi.

Setelah itu, sekitar pukul 16.30 WIB mereka ke Jembatan Emas.

Dodi  mengatakan, sekitar pukul 18.30 WIB kedua korban pamitan mau ke kos.

"Aku lah ngejar mereka Bang, tapi ndak tekejar bang, mereka ngebut," tutur Dodi.

Dodi (21) Saksi Korban jatunya di Jembatan Emas.
Dodi (21), teman korban. (Bangkapos.com/Suhardi Wiranata)

Dodi sempat berusaya menghentikan laju kendaraan korban yang sedang melintasi jembatan. Namun keduanya tidak melihat Dodi yang berada di belakang.

"Saya lambai-lambai tidak terlihat, saya mau kejar tidak terkejar lagi," kata Dodi.

"Dari pihak jembatan juga sudah mencoba menghalangi, kemungkinan mereka tidak bisa ngerem lagi," kata Dodi.

Dua jenazah korban saat dievakuasi di Rumah Sakit Bakti
Dua jenazah korban saat dievakuasi di Rumah Sakit Bakti (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas , SAR Brimob, Polairud, Polres Pangkalpinang ,B, Laskar Sekaban, dan Pramuka Peduli kemudian mengevakuasi jasad kedua korban.

Evakuasi mulai pada pukul 19.15 WIB dan selesai pada pukul 20.20 WIB. Jenazah dibawa ke TPI menggunakan RIB Basarnas dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang menggunakan ambulans.

Buka Tutup Jembatan Emas Sudah Sesuai Prosedur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bangka Belitunh, Noviar menegaskan buka tutup Jembatan Emas sudah sesuai prosedur.

"Prosedur buka tutup jembatan sudah sesuai prosedur. Karena korban dalam kondisi mabuk, tidak bisa kontrol lagi. Petugas kami ada juga yang coba menghalangi, malah mau ditabrak.  Dua kali kecelakaan kondisi korban dua-duanya kejadian sama, mabuk," jelasnya.

Dia menjelaskan, saat ini persoalan kecelakan tersebut, sedang ditangani oleh pihak Polres Pangkalpinang, karena masuk dalam kejadian Lakalantas.

"Saat ini sudah ditangani oleh Polres Pangkalpinang, untuk info lebih lanjut, bisa koordinasi dengan yang berwajib, karena kasusnya masuk Lakalantas," ungkap Noviar.

Mobil Terjun Bebas

Pada tahun 2018 lalu kejadian serupa terjadi. Mobil CRV BG 1325 ZG berpenumpang empat orang terjun bebas ke bawah Jembatan Emas, Desa Airanyir, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (22/9/2018) malam.

Sebelum terjatuh ke bawah jembatan, mobil tersebut sempat menghantam dinding beton jalan yang posisinya sedang terbuka.

Jembatan Emas, Airanyir, Bangka Belitung, memang didesain buka-tutup. Ketika ada kapal besar yang hendak menyeberang atau melintasi alur sungai di bawah jembatan tersebut, posisi jembatan akan terbuka.

Dikatakan Humas Basarnas Kantor SAR Pangkalpinang, Syamsudin, pihaknya mendapati laporan dari salah seorang anggota Tagana mengenai kejadian tersebut.

Motor korban kecelakaan yang terjatuh dari Jembatan Emas, Minggu (16/2/2020) malam
Motor korban kecelakaan yang terjatuh dari Jembatan Emas, Minggu (16/2/2020) malam (Bangkapos.com/Resha Juhari)

Bermula saat mobil jenis Honda CRV yang ditumpangi empat orang, tiga orang diantaranya perempuan dan satu orang laki-laki.

Diketahui pengemudi tidak menyadari posisi jembatan yang terbuka dan mobil pun terhempas jatuh.

"Korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Soekarno." ujar Syamsudin, Sabtu (22/9/2018) malam.

Pada insiden tersebut, dua orang diketahui meninggal dunia, yakni satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Sementara dua lainnya selamat atas kecelakaan tersebut dan dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan.

Empat orang dalam kecelakaan tersebut, yakni Sodryyanto, Lia Meilawati, Alvira Oktaviani dan Adel.

Syamsudin menambahkan, korban yang meninggal dunia satu diantaranya, yakni Sodryyanto warga Kelurahan Gabek 2 dan Lia Meilawati warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Bukit Besar. 

(Bangkapos.com/Yuranda/Cici Nasya Nita/Suhardi Wiranata/Riki Pratama/Alza Munzi)

Penulis: Yuranda
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved