Sukses Ambil Swab Pasien dalam Pengawasan RSUD Babel, Petugas Labkes Tangani Sesuai Prosedur

Berdasarkan petunjuk PHEOC, pengambilan spesimen akan diambil sebanya dua kali, minimal 24 jam.

Sukses Ambil Swab Pasien dalam Pengawasan RSUD Babel, Petugas Labkes Tangani Sesuai Prosedur
Dinas Kesehatan Babel
Kantor UPTD Balai Laboratorium Kesehatan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) atau petugas UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil sukses mengambil spesimen swab pasien sesak napas dari Singapura yang saat ini sedang dalam pengawasan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ira Ajeng Astried dalam rilis pramas Dinkes Babel. (17/02/2020)

"Pengambilan sampel swab untuk pemeriksaan Covid-19 ini merupakan salah satu tugas UPTD Balai Labkes. Sebelumnya. Kami sudah melakukan simulasi pengambilan sampel ini sehingga petugas kami siap menanganinya sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan," jelas Ira.

Untuk pasien yang saat ini sedang dalam pengawasan tim medis RSUD Babel, lanjut Ira, pengambilan spesimen swab dilakukan tanggal 16 Februari malam, pukul 23.30.

"Petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari masker N95, sarung tangan, pelindung wajah atau mata, baju disposable, tutup kepala, hingga sepatu tertutup. Kebersihan tangan petugas pun dilakukan dengan enam langkah cuci tangan," jelas Ira.

Tidak hanya mengambil swab saja, tambah Ira. "Petugas juga harus menangani pengemasan spesimen swab tersebut. Jika penanganannya tidak tepat, spesimen bisa menjadi rusak atau tidak layak untuk diperiksa. Pengemasan dilakukan dengan pengamanan berlapis. Spesimen dimasukkan ke plastik ziplock, yang kemudian dimasukkan ke tabung paralon. Selanjutnya, disimpan dalam cool box yang berisi ice pack dan termometer," urai Ira.

"Berdasarkan petunjuk PHEOC, pengambilan spesimen akan diambil sebanya dua kali, minimal 24 jam. Jadi, setelah pengambilan yang pertama ini, kami akan segera mengambil spesimen yang kedua," jelas Ira.

Sementara ATLM Balai Labkes yang bertugas mengambil swab, Dedy menjelaskan bahwa untuk pemeriksaan Covid-19, proses pengambilan spesimen dilakukan di saluran napas atas, yaitu nosofaring dan orofaring.

"Selain swab saluran napas atas, spesimen lain yang harus diambil adalah spesimen blood dan sputum. Untuk blood, harus dilakukan pemisahan serum. Selama menunggu pengiriman, spesimen ini harus disimpan pada suhu 4 derajat Celcius," jelas Dedy.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa setelah dikemas, spesimen akan diperiksakan Covid-19 di Balitbangkes Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Jakarta Pusat.

"Spesimen Covid-19 diambil dari Balai Labkes tanggal 17 Februari 2020 pukul 10:15 WIB. Dikawal tim Kantor Kesehatan Pelabuhan Pangkalpinang, spesimen tersebut tiba di KKP Bandara Soekarno Hatta pukul 14.00 dan akan dijemput oleh tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," ujar Dedy.

"Sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar, pasien berada dalam pengawasan tim medis RSUD Babel dan belum bisa dikatakan pasien Covid-19. Tentunya kita semua berharap hasil pemeriksaan tersebut bukan Covid-19. Selalu yang terbaik untuk masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkas Dedy.

Penulis: Adinda Chandralela
Foto: Tim Balai Labkesda Babel

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved