Berita Pangkalpinang

Jadi Ikon Wisata di Ibukota Pangkalpinang, Pantai Pasir Padi Minim Pengembangan

Pantai Pasir Padi selama ini dikenal dengan icon destinasi wisata pantai di Kota Pangkalpinang.

Jadi Ikon Wisata di Ibukota Pangkalpinang, Pantai Pasir Padi Minim Pengembangan
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Suasana Pantai Pasir Padi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pantai Pasir Padi selama ini dikenal dengan ikon destinasi wisata pantai di Kota Pangkalpinang. Namun sayangnya pembangunan kawasan wisata itu kurang terawat.

Pengembangan kawasan wisata itu juga kurang mendapat perhatian dari  Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Padahal Pantai Pasir Padi merupakan satu-satunya pantai yang sangat dekat sekali aksesnya dari pusat kota Pangkalpinang, namun pantai dengan hamparan pasir putih itu hanya ramai dikunjungi masyarakat ketika hari Minggu saja.

Pedagang yang berjualan di sekitar Kawasan Pantai Pasir Padi
Pedagang yang berjualan di sekitar Kawasan Pantai Pasir Padi (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Pemerintah harusnya gencar mengembangkan dan beralih dari sektor tambang ke sektor pariwisata Bangka Belitung.

Namun sayang Pantai Pasir Padi dengan struktur pantainya yang landai itu saat ini seperti tidak teruruskan, banyak sekali kawasan kumuh dipinggir pantai yang menambah ketidak indahan pemandangan di Pasir Padi.

Pantai Pasir Padi terletak di Kelurahan Air Itam, sekitar 8 km dari pusat Kota Pangkalpinang, yang merupakan kawasan pariwisata potensial di Kota Pangkalpinang.

Sepanjang pinggir pantai hanya dipenuhi pedagang yang berjualan es kelapa, jagung bakar, bakso, hingga kopi saja, tidak ada yang begitu istimewa.

Hanya saja sejak beberapa tahun terakhir Pasir Padi Bay mulai dikembangkan di ujung pantai, masuk juga minimarket Alfamart dan Indomart. Namun itupun hanya berdampak sedikit saja, Pasir Padi Bay terlihat sepi pengunjung dihari biasa.

Pedagang yang  berjualan di sekitar Kawasan Pantai Pasir Padi
Pedagang yang berjualan di sekitar Kawasan Pantai Pasir Padi (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Lis (45) Warga Temberan satu diantara pedagang pinggir Pantai Pasir Padi mengaku dirinya sudah berjualan sejak dua puluh tahun, dengan menjual es kelapa dan bakso.

"Dua puluh tahun jualan ini lah, karena memang dekat dari rumah, kalau hanya ngandalin hari biasa sepi banget hanya dapet puluhan ribu kadang 50 aja tidak sampai," ungkapnya saat ditemui Bangkapos.com, Rabu(19/02/2020)

Dia mengatakan, jika dihari Minggu omset jualannya dipinggir pantai bisa mengahsilakan satu juta lebih persatu harinya.

"Cuma ngandalin hari Minggu itu lah, dari dulu memang gitu pantai ini hari biasa sepi dihari Minggu baru ramai," ujarnya.

Suasana di Pantai Padi. Biasanya ramai pada hari Minggu sedangkan hari-hari biasanya sepi pengunjung
Suasana di Pantai Padi. Biasanya ramai pada hari Minggu sedangkan hari-hari biasanya sepi pengunjung (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com hanya tersisa dua restoran seafood saja di pinggir Pantai Pasir Padi yaitu Aroma Laut dan Biru Laut, selebihnya hanya diisi oleh pedagang bakso, dan makanan ringan lainnya.

Padahal jika dikembangkan dengan baik pantai pasir tak kalah indah dengan Pantai Kuta di Bali sebab kontur pasir yang padat sehingga pantai pasir padi nyaman untuk dilalui dengan jalan kaki bahkan dapat dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda dua, dan roda empat.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved