Berita Pangkalpinang

Ketua PHRI Harap Pantai Pasir Padi Ada Ikon Sehingga Menarik Perhatian Wisatawan Luar Bangka

Ia juga memberikan tanggapannya mengenai pantai Pasir Padi yang berada di tengah Kota Pangkalpinang ini.

Ketua PHRI Harap Pantai Pasir Padi Ada Ikon Sehingga Menarik Perhatian Wisatawan Luar Bangka
istimewa
Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia) kota Pangkalpinang sekaligus CEO Bangka City Hotel, Sumiati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia) Kota Pangkalpinang sekaligus CEO Bangka City Hotel, Sumiati berharap pantai Pasir Padi memiliki sesuatu yang menarik perhatian wisatawan luar daerah Bangka.

"Saya selaku pelaku pariwisata berharap akan ada sesuatu yang menjadi ikon di pantai Pasir Padi itu yang sangat menarik dan membuat wisatawan dari luar penasaran dengan apa yang ada di pantai itu," ujar Sumiati kepada  bangkapos.com, Rabu (19/2/2020).

Ia juga memberikan tanggapannya mengenai pantai Pasir Padi yang berada di tengah Kota Pangkalpinang ini.

"Kalau saya lihat, pantai Pasir Padi itu menarik menurut saya karena satu-satunya pantai di pusat kota dan aksesnya pun tidak membutuhkan waktu yang sangat lama. Sehingga orang-orang ingin berkunjung menempuh dengan sangat singkat," ujarnya.

Dia mengatakan, dari sisi kelebihan, pantai sudah mulai tertata bersih, dan sudah ada tulisan ikon pantai Pasir Padi untuk berswafoto.

"Setahu saya pak wali kota banyak sekali rencana untuk pantai tersebut, sehingga nanti saya yakin ke depan akan sangat menjadikan ikon Pangkalpinang dan darimana pun orang datang ke Pangkalpinang akan melihat indahnya pantai Pasir Padi," kata Sumiati.

Selain itu, pantai tersebut dari dulu selalu ia rekomendasikan kepada para wisatawan dari luar.

"Karena dari dulu saya bangga dengan adanya pantai di pusat kota. Dulu masih ada hotel di situ, sangat ramai sekali. Apalagi sekarang, dulu saja tidak seindah sekarang saya sudah merekomendasikan pantai itu,"sebutnya.

Menurutnya, sekarang kondisi lebih indah, beberapa ttitik kebersihannya terjaga dan tidak ada lagi pedagang liar.

"Pembenahan menurut kaca mata saya, paling dulu ada karoke dan kafe-kafe, image itu masih melekat. Tetapi sekarang sudah mulai tidak ada, sudah mulai tertib. Paling pembenahan ada akses yang menjadi ikon di pantai itu serta ada yang unik dan menarik yang akan memberikan kesan kepada wisatawan luar," kata Sumiati.

Halaman
1234
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved