Berita Pangkalpinang

Pengamat: Pilkada Bateng dan Babar Paling Dinamis, Peta Politik Basel dan Beltim Tampak Masih Landai

Empat kabupaten di Provinsi Bangka Belitung akan melaksanakan pilkada serentak 2020 yang bakal digelar pada bulan Septemeber mandatang.

Pengamat: Pilkada Bateng dan Babar Paling Dinamis, Peta Politik Basel dan Beltim Tampak Masih Landai
istimewa
Ibrahim, Dosen Ilmu Politik UBB 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Empat kabupaten di Provinsi Bangka Belitung akan melaksanakan pilkada serentak 2020 yang bakal digelar pada bulan Septemeber mandatang.

Keempat Kabupaten tersebut adalah Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.

Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim mengatakan, pilkada di Bangka Tengah dan Bangka Barat akan berlangsung paling dinamis.

"Di Bangka Tengah, nama Ibnu Saleh sebagai incumbent mencuat seiring dengan menguatnya isu turun gunungnya Didit, sang Ketua DPRD Provinsi yang dikenal populer. Jika nanti Ibnu dan Didit positif berkontestasi, bisa dipastikan pertarungan akan berjalan seru dan dinamis. Keduanya akan mengadu kekuatan jaringan dan parpol yang sama-sama potensial," ungkap Ibrahim melalui pesan whatsapp kepada Bangkapos.com, Rabu (19/02/2020)

Dia juga mengatakan, di Bangka Barat sendiri, Markus sepertinya akan cukup percaya diri mencalonkan diri kembali dengan kapasitasnya sebagai incumbent.

"Sementara ada nama penantang lama H Sukirman yang dikenal cukup populer dan pernah menantang incumbent pada Pilkada sebelumnya. 2 nama ini jika berkontestasi, dipastikan akan menghadirkan situasi yang sangat kompetitif," ujarnya.

Dosen UBB Sarankan Pemerintah Perlu Perhatikan dan Benahi Infrastruktur Pantai Pasir Padi

RS Siloam Pastikan Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona Hanya Alami Masalah Pernapasan Biasa

Sementara itu menurutnya, di Bangka Selatan dan Belitung Timur, peta politik terlihat masih landai, namun nama-nama mulai berseliweran.

"Memang momen beberapa bulan ini adalah momen mematut diri dan memetakan peluang dukungan, pada akhirnya kandidasi akan mengerucut pada jelang pendaftaran," ucapnya

Sementara itu ketika disinggung munculnya nama-nama baru di blantika politik lokal,  dia menyebutkan, nama-nama baru ini tidak hanya akan mewarnai politik lokal namun juga menjadi energi baru bagi masa depan demokrasi lokal.

"Yang menarik adalah muncul nama-nama baru yang selama ini jarang terdengar di blantika politik lokal. Saya mencermati ada nama birokrat muda, pengusaha dari luar daerah, bahkan muncul tokoh muda dari kalangan legislator. Keberanian untuk mencalonkan diri adalah premis sendiri yang sudah menarik, namun premis bahwa tokoh kawakan tak selalu identik dengan kemenangan membuka peluang politik menjadi lebih dinamis," jelasnya

Meski demikian, menurutnya, hal penting dalam setiap suksesi sebenarnya adalah soal substansial. Saatnya kampanye berorientasi pada isu sensitif yang peka pada kebutuhan masyarakat lokal.

"Debat-debat, kampanye, dan persuasi berbiaya mahal saatnya dieliminir. Debat soal program kerja menjadi menarik. Kontestasi gagasan menurut saya jauh lebih penting," bebernya

Dia mengatakan, Isu lapangan kerja, harga komoditas, sampai pada soal desain pembangunan harusnya menjadi fokus.

"Masyarakat mulai harus bergeser lebih substansial dalam berdemokrasi setelah 20 tahun keran itu dibuka secara prosedural. Memang, politik uang adalah cara primitif dalam berkontestasi, mungkin masih akan laku, tapi saya kira harus ada perlawanan massif ke arah tersebut," ujarnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved