Advertorial

PT BPRS Bangka Belitung Catat Laba Rp 600 Juta pada Januari 2020

Kinerja PT BPRS Bangka Belitung menunjukkan tren positif pada awal tahun 2020, dengan membukukan laba Rp 600 juta,meningkat tiga kali lipat

PT BPRS Bangka Belitung Catat Laba Rp 600 Juta pada Januari 2020
ist
CHAIRUL ICHWAN (Direktur Utama PT BPRS Babel) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kinerja PT BPRS Bangka Belitung menunjukkan tren positif pada awal tahun 2020, dengan membukukan laba Rp 600 juta,meningkat tiga kali lipat dibandingkan Januari 2019.

Hal ini membuktikan bank yang pemegang saham terbanyaknya pemerintah daerah lima kabupaten/kota di Babel dalam kondisi baik-baik saja.

Bahkan, meski pada September 2019 lalu, BPRS Babel sempat mengalami kredit macet nasabah sebanyak Rp 89 miliar, namun sampai akhir tahun mayoritas sudah terselesaikan secara baik.

"Silakan dicek, posisi pada Januari 2020, BPRS Babel mencatat keuntungan Rp 600 juta, jauh dibandingkan Januari 2019 yang hanya Rp 200 juta. Kami pastikan juga BPRS Babel sangat berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi syariah di Babel. Kredit macet nasabah hal yang biasa, tetapi diselesaikan secara baik. Tidak ada kerugian apapun, kita justru berkinerja baik pada awal 2020," ungkap Direktur Utama PT BPRS Babel Chairul Ichwan, Selasa (18/2) di Kantor BPRS Babel Jalan Kampung Melayu Pangkalpinang.

Chairul melanjutkan, pada 2019 lalu, bank yang dipimpinnya berhasil meraih laba Rp 5 miliar dan memberikan deviden kepada pemegang saham.

Disebutkan, pada kurun waktu 10 tahun, yakni 2008 sampai 2018, hasil pembagian deviden kepada pemegang saham sudah mengembalikan modal.

"Jadi BPRS memberikan deviden secara lancar setiap tahun, bagaimana sampai dikatakan rugi. Tentunya para pemegang saham tidak main-main berinvestasi di BPRS Babel. Sekadar diketahui, Pemkot Pangkalpinang sebagai pemilik saham terbesar melalui Pak Molen sebagai wali kota memberikan atensi terhadap perkembangan bisnis perbankan syariah ini," ungkapnya.

Sehingga, ujar Chairul,membuat dia bersama jajaran manajemen lain semakin bersemangat membangun ekonomi masyarakat Babel.Dia memastikan, dukungan dari pemerintah daerah itu semakin menguatkan posisi BPRS Babel.

"Simpanan nasabah dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sampai Rp 2 miliar, sehingga tidak perlu khawatir uang tetap aman di BPRS Babel," ujarnya.
Berbekal motto Bank Masyarakat Negeri Serumpun Sebalai, BPRS Babel menjadi bagian tak terpisahkan dari

warga Bangka Belitung, yang kehadirannya sangat membantu perekonomian masyarakat Babel.

Oleh karena itu, Chairul berharap masyarakat juga ikut merasa memiliki BPRS Babel dan tidak percaya pada informasi bohong (hoaks) terkait BPRS Babel.

"Alhamdulillah banyak sekali perhatian dan dukungan pada BPRS Babel, sehingga informasi apapun direspon secara baik oleh nasabah," kata Chairul.

Chairul membeberkan komposisi saham BPRS Babel dari yang terbesar yakni Pemkot Pangkalpinang 27,8 persen, Pemkab Bateng 22,17 persen, Pemkab Bangka 16,29 persen, Pemkab Belitung 14,73 persen, PemkabBabar 9,50 persen, Pemprov Babel 7,57 persen, Yayasan KPP PT Timah 1,43 persen, dan Yayasan Peduli Kobatin 0,47 persen.

Melihat dukungan yang kuat dari pemda itu, wajar saja BPRS Babel dipercaya menjadi tempat menabung dan memberikan pembiayaan untuk keperluan konsumtif, investasi, dan modal kerja.

"Kinerja positif ini juga berkat kerja keras karyawan di seluruh Babel, yang menjadi modal bagi kami membangun kepercayaan masyarakat. Sekali saya memastikan BPRS Babel tidak pernah mengalami kerugian. Kami siap dicek dan diaudit," ungkap Chairul. (advertorial/day)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved