Berita Bangka Tengah

Tahun Ini ATR/BPN Bangka Tengah Targetkan Pembuatan 5.000 Bidang Sertifikat Tanah

Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bangka Tengah menargetkan 5.000 bidang tanah untuk dibuatkan Sertifikat Hak Atas Tanah

Tahun Ini ATR/BPN Bangka Tengah Targetkan Pembuatan 5.000 Bidang Sertifikat Tanah
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kasubag Tata Usaha ATR/BPN Bateng, Galih Permadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Di 2020 Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bangka Tengah menargetkan 5.000 bidang tanah untuk dibuatkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHT) dan 5.000 Peta Bidang Tanah (PBT) atau pengukuran tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Hal ini disampaikan Kasubag Tata Usaha ATR/BPN Bateng, Galih Permadi yang mengatakan jika di tahun 2019 target Sertifikat Hak Atas Tanah (SHT) sebanyak 15.000 dan target Peta Bidang Tanah (PBT) atau pengukuran tanah sebanyak 12.000 dalam program PTSL.

"Realisasinya di tahun 2019 untuk SHTnya sebanyak 5.770 dan PBTnya terealisasi 12.000, karena tidak semuanya bisa sertifikatkan, tapi semuanya bisa diukur," ujar Galih, Rabu (19/2) kepada awak media.

Ia menjelaskan jika tidak semua tanah bisa disertifikatkan karena ada beberapa kategorisasi, yakni K1, K2, K3, dan K4. K1 bisa disertifikatkan karena tidak ada sengketa.

K2 terdapat sengketa batas dan waris, namun di kategori ini tetap diukur tapi SHTnya tidak terbit.

Idealnya memang target SHT itu setiap tahun menurun karena bidang tanah yang sudah di SHT lama kelamaan akan berkurang, terlebih untuk di Bateng sendiri 60 persen luas tanahnya adalah hutan, yang mana hutan tidak bisa disertifikatkan.

"Kita pakai sistem jemput bola, karena sudah kewajiban pemerintah mensertifikatkan tanah, tapi harus dibantu juga oleh aparat desa, dan idealnya tahun ini target tanah yang diukur semuanya harus disertifikatkan, karena target SHT dan PBTnya sama," jelasnya

Sampai saat ini ada empat lokasi yang menjadi target program PTSL di Bateng, yakni Desa Munggu, Sungaiselan Atas, Sungaiselan, dan Penyak, yang mana semuanya melalui anggaran dari APBN. Namun seiring waktu jumlah desa tersebut diperkirakan akan bertambah.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved