Berita Pangkalpinang

Kronologis Terungkapnya Penyelundupan Kerangka Dugong atau Duyung Bangka Belitung ke Thailand

Duyung bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.

Kronologis Terungkapnya Penyelundupan Kerangka Dugong atau Duyung Bangka Belitung ke Thailand
bangkapos.com / Suhardi Wiranata
Acara Serah Terima Barang Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang berupa temuan 14 tulang rusuk dan 1 set tengkorak Ikan Dugong. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Praktik penyelundupan kerangka Dugong atau Duyung dari Bangka Belitung ke Thailand berhasil diungkap petugas.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang berhasil menggagalkan penyelundupan satu tengkorak kepala dan bagian tulang rusuk Dugong atau Duyung.

Terungkapnya kasus penyelundupan  Dugong atau Duyung ini ini bermula dari informasi, pada Rabu (19/02/20) kemarin,

Petugas Avsec AP II yang bertugas saat itu, mencurigai sebuah paket yang dikirim melalui jasa pengiriman PT. Pos Indonesia Persero dengan tujuan ke Thailand.

"Sekira pukul 16.25 WIB bertempat di gudang kargo Bandara Depati Amir petugas Avsec AP II yang bertugas di X-Ray kargo Bandara Depati Amir mencurigai paket yang dibungkus dengan karung dan kardus yang akan dikirimkan ke Thailand oleh jasa pengiriman melalui penerbangan Lion air JT 619," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Saifuddin Zuhri saat acara serah terima barang di Kantor Balai Karantina Kelas II Pangaklapinang, Kamis (20/02/20).

Karena diduga ada benda yang berasal dari benda hidup di sebuah paket, petugas Avsec menghubungi petugas karantina pertanian untuk melakukan pemeriksaan.

Acara Serah Terima Barang Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang berupa temuan 14 tulang rusuk dan 1 set tengkorak Ikan Dugong.
Acara Serah Terima Barang Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang berupa temuan 14 tulang rusuk dan 1 set tengkorak Ikan Dugong. (bangkapos.com / Suhardi Wiranata)

Setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas karantina pertanian disaksikan oleh Avsec AP II, petugas APK II serta Petugas Stasiun Karantina Ikan dan Pengedali Mutu Ikan dan petugas PT Pos Indonesia Persero membuka bersama-sama paket tersebut.

Awalnya, dari keterangan dokumen pengiriminan, paket tersebut tertera Dried Squid dan fish bone seberat 10 Kg.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dari paket itu petugas menemukan 1 set tulang tengkorak hewan dan tulang rusuk sebanyak 14 buah.

"Awalnya ditemukan barang berupa cumi kering, lalu ditemukan tulang rusuk sebanyak 14 buah, 1 set tengkorak hewan, yang dikemas dalam 1 paket box kardus," Lanjutnya.

Halaman
1234
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved