Senin, 13 April 2026

Tertibkan Kawasan Pasar Ratu Tunggal

Respons Molen Terkait Kondisi Pasar Atrium Pangkalpinang dan Sekitarnya : Butuh Rp50 Miliar

"sekarang kami (harus) mulai agak judes dan lebih strength ke depan. Karena kalau tidak seperti itu mereka akan balik lagi," kata Molen, Kamis (20/2)

Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com / Ira Kurniati
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

PANGKALPINANG, BANGKAPOS - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyatakan, penertiban pedagang kaki lima di kawasan pasar BTC dan Ramayana atau kawasan Pasar Atrium sudah kerap dilakukan.

Pihaknya sering berkomunikasi dengan pedagang dan memberikan imbauan secara persuasif.

Sayangnya, diakui Molen masih ada beberapa pedagang yang memang harus berulang ditertibkan baru peka terhadap aturan.

Bahkan, kata Molen, pihaknya harus mulai " sedikit judes" untuk menata lapak-lapak pedagang yang memakan bahu jalan tersebut.

"sekarang kami (harus) mulai agak judes dan lebih strength ke depan. Karena kalau tidak seperti itu mereka akan balik lagi," kata Molen, Kamis (20/2/2020).

Dia mengatakan, Satuan Polisi Pamong Praja dan OPD terkait telah dikerahkan untuk memberi sosialisasi dan penertiban kawasan tersebut, namun tetap dengan cara persuasif tanpa kekerasan.

Molen menuturkan, untuk sementara mereka tetap berjualan di lokasi yang sama, sembari menunggu relokasi.

Hanya saja pedagang harus mentaati aturan yang telah diberikan sehingga masih ada ruang bagi pejalan kaki dan pengguna jalan.

"sementara mereka tetap di situ. Jualan boleh, tapi jangan sampai menganggu pengendara dan pejalan kaki. Tolong hormati itu," pungkas Molen.

Lima Rekomendasi Pulau-pulau Kecil dengan Panorama Indah dan Eksotis di Bangka

Penyelundupan Kerangka Ikan Dugong dari Babel ke Thailand Terungkap, Awalnya Dikira Tulang Gajah

Butuh Rp50 Miliar untuk Bangun Pasar Induk

Sembari menunggu relokasi, dia berharap pedagang juga manut dengan aturan-aturan yang ditetapkan.

Menurut Molen, dia sangat berkeinginan membangun pasar induk yang besar di lingkungan tersebut. Hanya saja anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp 50 miliar.

Tentu APBD tidak mampu menyokong kebutuhan tersebut dan masih banyak skala prioritas lainnya yang mesti dikerjakan.

Dia menyebut, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas.

Namun Molen menargetkan, lima tahun masa kepemimpinanya, ada pasar induk representatif yang telah dibangun. (bangkapos.com / Ira Kurniati)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved