Berita Bangka Tengah

Selama Januari 2020, 10 Pasien DBD Dirawat di RSUD Bangka Tengah, Satu Pasien Balita Meninggal Dunia

Aris Noordiyanto mengatakan kasus meninggalnya pasien Balita tersebut dikarenakan pengobatan yang tidak tuntas.

Selama Januari 2020, 10 Pasien DBD Dirawat di RSUD Bangka Tengah, Satu Pasien Balita Meninggal Dunia
bangkapos.com / Muhammad Rizki
Kabid Pelayanan Medis dan Kefarmasian RSUD Bateng, Aris Noordiyanto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sepanjang Januari 2020, tercatat ada 10 orang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), di RSUD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Dari 10 orang pasien DBD tersebut terdapat satu orang pasien Balita yang masih berusia tiga tahun meninggal dunia. 

Kabid Pelayanan Medis dan Kefarmasian RSUD Bateng, Aris Noordiyanto mengatakan kasus meninggalnya pasien Balita tersebut dikarenakan pengobatan DBD yang tidak tuntas.

"Penanganan dari kami sudah benar, tapi atas permintaan sendiri keluarga pasien meminta agar pasien tersebut pulang, namun pada saat pasien dibawa kembali ke RSUD, kondisi pasien sudah buruk," ujar Aris, Kamis (20/2) kepada awak media.

Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang tidak memahami terkait gejala DBD.

Jika suhu tubuh panas dalam tiga hari pertama hal tersebut masih aman, dan suhu tubuh akan berangsur turun di hari keempat, namun itu justru masuk dalam fase kritis.

"DBD itu kan ada masa transisinya, hari kedua dan ketiga itu panas, namun hari keempat panasnya turun, dan orang menyangka itu bagus padahal itu masa kritis, untuk kasus balita yang meninggal, pihak rumah sakit sudah menyampaikan kepada keluarga pasien jika itu masa kritis, dan juga sudah membuat surat pernyataan, karena kalau tidak ada surat pernyataan tidak akan diperbolehkan keluar," jelasnya.

Najwa Shihab Tantang Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan Bermain Tik Tok, Ini Susah

Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat jika ada anak yang didiagnosa DBD, dan dirawat maka harus diselesaikan perawatan anak tersebut sesuai dengan perawatan yang dianjurkan oleh dokter.

Atau ketika dokter belum menyarankan pulang maka jangan dulu dibawa pulang.

Ia juga memberikan tips bagi para orang tua jika melihat kondisi anak panas tinggi sekitar 38 derajat celcius keatas, dan dalam waktu dua hari panas tersebut tidak turun-turun, maka harus secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kalau anak panas selama dua hari tak turun-turun, dan ada keluhan badan ngilu, maka secepatnya dibawa ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan," ucapnya

Untuk tindakan pencegahan, ia menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, karena nyamuk DBD tersebut hidupnya di air yang bersih, sehingga perlu menerapkan 3M plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mengubur barang bekas yang mampu menampung air hujan, dan plusnya adalah segala bentuk pencegahan seperti memasang kelambu.

Termasuk di tempat-tempat penampungan air yang tidak disangka bisa menjadi tempat pertumbuhan nyamuk, seperti di tempat penaruh gelas di dispenser. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved