Berita Bangka Barat

Terdakwa Ini Membantah Sudah Mencuri Motor, Tapi Cuma Ikut-ikutan

Dalam aksinya pencuriannya Handri bekerja sama dengan rekannya Ariyanto. Sedangkan Ariyanto hingga saat ini masih DPO.

Terdakwa Ini Membantah Sudah Mencuri Motor, Tapi Cuma Ikut-ikutan
Bangkapos.com / Anthoni Ramli
Dua kakak beradik Hardi Wanto dan Darsono, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Muntok di jalan H.O.S Cokroaminoto, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (20/2/2020) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hadri Wanto terdakwa kasus pencurian motor Juli 2016 silam milik Duan warga Tanjung Punai, Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat menjalani persidangan di PN Muntok Bangka Barat, Kamis (20/2/2020).

Jaksa Penuntut Umum, Rina Akhad Riyanti dalam sidang menghadirkan langsung Duan saksi korban.

Dalam kesaksiannya, Duan menyebut aksi pencurian tersebut terjadi 9 Juli 2016 silam.

Saat itu, sepeda motor terparkir di teras belakang rumah dengan kunci yang masih menempel di setang motor.

Ia baru menyadarinya sekitar pukul 02.00 WIB.

 " Jam sembilan saya tidur, jam dua malem saya terbangun dan lihat motor sudah tidak ada. Memang kuncinya ketinggal di motor, cuma karena pikir di teras belakang jadi tidak terlalu nampak," kata Duan dalam kesaksiannya, Kamis (20/2/2020)

Dalam aksinya pencuriannya Handri bekerja sama dengan rekannya Ariyanto. Sedangkan Ariyanto hingga saat ini masih DPO.

Sementara, Hardi membantah jika menjadi aktor pencurian sepeda motor tersebut.

Dirinya berdalih justru temannya Ariyanto, yang menjadi dalang pencurian tersebut.

" Saya hanya ikut saja pak hakim, yang ngambil itu teman saya Ariyanto. Waktu itu kami pulang mancing dari Sukal, kebetulan lihat sepeda motor kuncinya ketinggalan," ujar Hardi.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved