Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Warga Binaan Lapas Tuatunu Dapat Program Pembinaan Ketika Menjalani Masa Tahanan

Banyak program pembinaan yang diterima narapidana (napi) untuk berkembang menjadi lebih baik.

Bangkapos.com/Ramandha
Kalapas Kelas II A, Tuatunu Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Demi perwujudan pemberian layanan maksimal bagi seluruh warga binaan Lapas Kelas II A Tuatunu, Kota Pangkalpinang, banyak program pembinaan yang diterima narapidana (napi) untuk berkembang menjadi lebih baik.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Tuatunu, Kunrat Kasmiri ketika ditemui Bangkapos.com, Kamis (20/2/2020) di Ruang Kerjanya. Kunrat menilai dengan dilakukan dan diterapkannya program pembinaan bagi para napi diharapkan dapat membuat dan mengubah pola sikap napi.

"Banyak kok di sini programnya. Bagi mereka, mengikuti maupun ikut terjun menjalankan pembinaan itu sangat bermanfaat. Baik itu dari kepribadian serta kemandirian para napi," jelasnya.

"Misalnya kepribadian napi, bagaimana mereka bisa menyelami, meresapi sebagai seseorang yang mencintai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Bagaimana mereka ini melaksanakan kewajiban agamanya. Kita beri di sini. Kita siapkan, ada Masjid, Gereja bahkan Kelenteng sudah ada di sini. Jadi mereka lebih dekat dengan Tuhan," ungkapnya.

Di Lapas Kelas II A Tuatunu, dikatakan Kalapas yang berasal dari tanah Pasundan ini, para napi wajib dan harus dibina tentang bagaimana mereka merupakan bangsa besar yakni Bangsa Indonesia. Menumbuhkan rasa nasionalisme mereka menjadi warga negara yang baik.

Penerapan serta pembinaan itu pun diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang merujuk kepada hal pengabdian terhadap negara serta membina para napi agar juga berkontribusi bagi negara.

"Kita sampaikan kepada mereka, jiwa nasionalisme mereka itu supaya bertambah. Kemudian kita juga memberikan informasi kepada mereka, tentang perkembangan di luar," terang Kunrat.

"Boleh mereka baca koran, nonton tv berita. Boleh juga, tapi ada aturannya. Mereka wajib tahu juga kok dunia luar lapas ini," sebutnya.

Selain itu, Kunrat juga memikirkan nasib serta mental para napi menjelang habisnya masa tahanan mereka.

Di fase ini, dikatakannya, para napi harus mendapatkan perhatian khusus, tentang peran pihaknya menumbuhkan rasa kepercayaan diri napi. Mengingat selama ini, stigma masyarakat tentang napi bukan tidak mungkin akan tidak baik.

Untuk itu, bagi napi akan medapatkan pembinaan dari petugas, bagaimana cara mereka menyikapi serta memperbaiki pola pikiran jelek di masyarakat tersebut agar berubah menjadi lebih baik dan menerima kehadiran mereka.

"Kita kan tidak mau, ketika mereka keluar, mereka dikucilkan di masyarakat. Jadi kita bilang ke mereka, tunjukan kalau Anda sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi," katanya.

"Bagaimana caranya, ya dengan tunjukan keramahan kita. Misalnya kalau sudah keluar kalau Islam, apa salahnya sesekali berjamaah di masjid. Jadi kan masyarakat bisa menilai kalau kita sudah tobat," tutup Kunrat.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved