Berita Bangka Barat

Anggota DPRD Bangka Barat Kritisi Penanganan PLN Rayon Muntok Lamban Soal Aduan Masyarakat

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Adi Sucipto Atmo mempertanyakan lambannya penanganan laporan kerusakan dari masyarakat.

Anggota DPRD Bangka Barat Kritisi Penanganan PLN Rayon Muntok Lamban Soal Aduan Masyarakat
ist Adi Sucipto
Kerusakan jaringan PLN di Gang Mesjid Desa Air Belo, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Adi Sucipto Atmo mempertanyakan lambannya penanganan laporan kerusakan dari masyarakat. Dirinya menilai PLN Rayon Muntok menyepelekan keluhan pelanggan.

Adi Sucipto menjelaskan, kerusakan jaringan listrik tersebut terjadi Kamis (20/2/2020) pukul 19.00 WIB. Pemicunya Kabel PLN di Daerah Gang Mesjid Desa Air Belo putus.

"Saya mempertanyakan lambatnya pelayanan atas penanganan laporan kerusakan jaringan PLN dari masyarakat. Warga sempat melaporkan ke posko pelayanan PLN Muntok. Namun jawaban yang disampaikan petugas membingungkan warga," kata Adi Sucipto, Jumat (21/2/2020).

Ironisnya kata Adi Sucipto, hingga pukul 23.30 WIB tadi malam tak ada petugas PLN yang memperbaiki jaringan Kabel yang masih teraliri listrik.

"Saya sudah menghubungi posko pelayanan PLN Rayon Muntok, akan tetapi tidak ada tanggapan. Saya Ingin menyampaikan agar pihak PLN memperhatikan pelayanan kepada pelangga. Jangan anggap remeh Setiap kerusakan jaringan di lapangan karena bisa membahayakan nyawa," tegasnya.

Selain itu, Adi Sucipto juga sempat mengirimkan pesan singkat SMS ke nomor posko pelayanan PLN Muntok ke Nomor 082306292150 Petugas PLN, namun tidak ditanggapi.

Alhasil hingga pagi tadi jaringan PLN yang diduga masih mengalir listrik dibiarkan tergeletak di tanah. Hal tersebut membuat warga sekitar panik.

"isi SMS saya tolong ditindak lanjuti laporan pelanggan di Gang Mesjid Desa Air belo, lampu padam dari jam 19.15 WIB sampai sekarang, kondisi kabel PLN putus tergeletak di tanah dikhawatirkan membahayakan masyarakat, namun tidak dijawab dan direspon sama sekali" tegasnya.

Politisi PAN ini menilai pelayanan PLN Muntok memprihatinkan. Bahkan petugas posko pelayanan terkesan memberikan alasan yang tak masuk akal untuk menghindari turun ke lapangan.

"Saya harap kepala PLN Muntok memberikan stresing kepada petugasnya untuk mengedepankan pelayanannya, ini justru terkesan menghindar" pungkasnya.

Sementara Manager PLN Rayon Muntok, Yanuar menyebut kerusakan jaringan listrik tersebut dipicu tumbangnya pohon yang berimbas pada pemadaman menyeluruh. Kondisi tersebut membuat petugas menormalkan gangguan yang kebih membutuhkan

"Semalam dikarenakan kondisi cuaca ada pohon tumbang di dua lokasi yang menyebabkan padam menyeluruh karena mengganggu jaringan 20.000 volt. Jadi petugas menormalkan gangguan yg berdampak lebih besar dan lebih membutuhkan seperti RSUD, Polres, lapas dan lain sebagainya," kata Yanuar melalui pesan WA, Jumat (21/2/2020)

Sementara gangguan yang terjadi di Air Belo tadi malam belum dikerjakan mengingat kabel sambungan yang putus hanya satu atau dua rumah saja yang padam.

"Sedangkan gangguan pelanggan yang di Belo semalam belum dikerjakan kabel sambungan rumah hanya 1 atau 2 rumah yang padam. Dan laporanya ke nomor petugas yang digunakan untuk menghubungi pelanggan, bukan ke call center. Aplikasi PLN Mobile atau datang ke Kantor. Jika di call center atau datang ke kantor akan di jelaskan lebih detil oleh petugas kami," tandasnya.

(bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved