Berita Pangkalpinang

Presiden Jokowi akan Buka Kongres Umat Islam Indonesia, Ini Penjelasan Ketua MUI Bangka Belitung

Pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Tahun 2020 di Provinsi Bangka Belitung, akan digelar pada tanggal 26 Februari mendatang.

Presiden Jokowi akan Buka Kongres Umat Islam Indonesia, Ini Penjelasan Ketua MUI Bangka Belitung
Ist/MUI Babel
Kegiatan Kongres Islam Indonesia ke VII Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Tahun 2020 di Provinsi Bangka Belitung, akan digelar pada tanggal 26 Februari mendatang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Zayadi kepada Bangkapos.com mengatakan, hingga saat ini persiapan menjelang kongres yang bertemakan 'Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab' ini, sudah mencapai 90 persen.

Menurutnya, kekurangan 10 persen hanya dalam hal teknis pelaksanaan dan akan diusahakan rampung secepatnya.

"Kalau hal-hal teknis Insya Allah akan kita rampungkan tidak lama lagi. Paling perihal LO saja yang harus dirampungkan. Seperti tata cara penjemputan, penginapan dan lain-lain," jelasnya, Sabtu (22/2/2020).

"Kita juga berterima kasih kepada Bapak Gubernur Babel yang telah bersama-sama dengan kami memperjuangkan Babel sebagai tuan rumah kongres ini," lanjutnya.

Dengan tingkat pelaksanaan secara nasional bahkan internasional, dikarenakan juga akan hadir tamu-tamu mancanegara yang akan ikut serta dalam kongres, dinilai Zayadi, merupakan kesempatan terbaik bagi Provinsi Babel.

"Ini kan Alhammdulillah, dalam pelaksanaan ke-7 kita dipercayakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Di sini nanti jutaan pasang mata akan berfokus di Negeri Serumpun Sebalai yang kita cintai ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam kongres yang dihadiri oleh Ketua Umum DP MUI Pusat yang juga merupakan Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin juga direncanakan dibuka langsung oleh Presiden RI ke 7, Joko Widodo.

Selain itu, hadir juga perwakilan MUI se-Indonesia, perwakilan ormas Islam, pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, dan cendekiawan muslim, serta para duta besar negara-negara tetangga.

"Biasanya kalau acara ini dibuka langsung oleh RI 1 (presiden). Tapi sampai sekarang nampaknya jadwal RI 1 masih tentative untuk membuka acara ini," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved