Berita Pangkalpinang

Rumah Sakit di Bangka Belitung Kekurangan Refraksionis Optisien, Iropin Babel Gelar Seminar

Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (Iropin) Bangka Belitung menggelar seminar dan workshop berlangsung di Tanjung Kelayang

Rumah Sakit di Bangka Belitung Kekurangan Refraksionis Optisien, Iropin Babel Gelar Seminar
Bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Narasumber menyampaikan materi dalam acara seminar dan workshop berlangsung di Tanjung Kelayang 2 Ballroom Hotel Santika Bangka, Santu (22/2/2020). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (Iropin) Bangka Belitung menggelar seminar dan workshop berlangsung di Tanjung Kelayang 2 Ballroom Hotel Santika Bangka, (22/2).

Acara mengusung tema Peran dan tantangan Refraksionis optisien optometris di Era Teknologi Modern,
dibuka Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung Drg Mulyono, dihadiri Ketua Umum Iropin Dian Leila Sari Amd RO SPD M Kes, Ketua PD Iropin Babel Haito serta 54 Refraksionis Optisien (RO) se Indonesia.

Seminar dan workshop menghadirkan narasumber, dr Edwin Bayu Syaputra Sp M, Dian Leila Sari Amd RO SPD M Kes H Muhammad Husin Amd RO SKM M Kes, dan Tendy Oktavian AMD RO SE.

Kepala Dinkes Babel drg Mulyono Susanto menyambut baik digelar seminar dan workshop Refraksionis Optisien (RO) karena RO ini sesuai dengan Permenkes RI sebagai tenaga kesehatan.

Namun diakui drg Mulyono bahwa pemanfaatan RO belum kelihatan.  Padahal seharusnya RO ini, minimal di rumah sakit harus ada, karena peran RO ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan mata.

"Pencegahan (preventif) dapat mereka lakukan di sini (rumah sakit). Bahkan kita sangat kekurangan RO karena bisa dilakukan penyuluhan-penyuluhan kesehatan mata," ujarnya.

Mulyono berharap agar RO ini digaungkan dan bersinergi dari kesehatan mata dan dokter mata.

Ketua Pimpinan Pusat Iropin, Dian Leila Sari Amd RO SPD M Kes mengemukakan bahwa ini merupakan pendidikan berkelanjutan yang diselenggarakan di seluruh Daerah di Indonesia.

Saat ini  Iropin ada di 30 daerah yang berkewajiban menyelenggarakan kegiatan ilmiah berupa seminar atau bakti sosial atau yang nemiliki nilai satuan kredit profesi (SKP).

"Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, wajib menyelenggarakan saru kegiatan seminar," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: agusrya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved