Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ketua HPI Nilai Bangkai Pesawat Kurang Pas Untuk Dijadikan Wisata di Bangka Belitung

Ketua HPI Kota Pangkalpinang Yudi Tanma mengatakan, bangkai pesawat Sky Aviation di Bandara Depati Amir jika dijadikan wisata edukasi

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Pangkalpinang sekaligus Pemandu Wisata, Yudi Tanma 

Ketua HPI Nilai Bangkai Pesawat Kurang Pas Untuk Dijadikan Wisata di Babel

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) kota Pangkalpinang sekaligus Pemandu Wisata, Yudi Tanma mengatakan, bangkai pesawat Sky Aviation di Bandara Depati Amir jika dijadikan wisata edukasi di Babel kurang cocok.

Sebab menurutnya, pesawat terbang tidak memiliki filosofi yang pas dengan wisata atau sejarah di Babel.

"Saya sih setuju saja, namun konteksnya apa, orang-orang bikin objek wisata itu kan ada temanya, kalau hanya sekedar bangkai pesawat terus diletakin di pusat kota tanpa makna dan filosofi itu kan tidak bisa, ya kalau seperti Jogja mereka ada monumen pesawat karena pangkalan TNI AU itu ada di Jogja, seperti itu nyamabung," ungkap Yudi kepada Bangkapos.com, Jumat (22/02/2020)

Menurutnya, lebih cocok jika wisata di Bangka Belitung itu lebih mengenai sejarah Bangka Belitung itu sendiri, yang menonjolkan sejarah dan ciri khas.

"Kalau saya malah lebih setuju kapal keruk, kapal keruk Timah yang sudah tidak beroperasi lagi kita tarik ke pusat kota, jadikan wisata edukasi itu lebih pas dan memilik filosofi," ucapnya

Sebab menurutnya, kapal keruk memiliki sejarah penting bagi perekonomian tambang timah di Bangka Belitung.

"Orang-orang selama ini hanya tahu timah begitu saja, tidak tahu prosesnya seperti apa, termasuk proses kapal keruk itu beroperasi, nah yang wisata yang seperti itu menjual untuk dijadikan wisata, yang memiliki kaitan dan makna,"  jelas Yudi.

Dia mengatakan, kalau pun bangkai pesawat tersebut bisa dijadikan wisata edukasi itu adalah hal yang baik, namun baginya pribadi hal tersebut sedikit kurang pas untuk Babel.

"Kalau memang iya bagus-bagus saja, tapi mesti dipikirkan lagi seperti apa mengemasnya agar wisata tesebut menarik ditempatkan di Babel," jelas Yudi.

Sumiati Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI)
Sumiati Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
Halaman
1234
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved