Berita Sungailiat

Pelajar Kejang-Kejang Diduga Dianiaya Viral di Media Sosial, Ini Kata Kapolres Bangka

Korban awalnya diduga jatuh di kamar mandi dan kejang-kejang sehingga dibawa ke rumah sakit oleh Pengurus Asrama.

Pelajar Kejang-Kejang Diduga Dianiaya Viral di Media Sosial, Ini Kata Kapolres Bangka
(Bangkapos/Ferylaskari)
Aris Sulistyono 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beredar kabar di media sosial (Medsos), seorang pelajar di salah satu di Sungailiat, Kabupaten Bangka, babak belur dan masuk rumah sakit karena diduga dianiaya kakak kelas.

Terkait berita viral terebut Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono mengaku sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan pada korban, maupun terduga pelaku serta pihak sekolah yang dimaksud.

"Sedang didalami (informasi itu -red). Anggota kita malam kemarin sudah mendatangi rumah korban," kata Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Minggu (23/2/2020) malam.

Sayangnya, Kapolres belum memberikan penjelasan lebih jauh terkait berita viral di media sosial ini.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Propinsi Bangka Belitung (Babel), Sapta Qodri Muafi dikonfirmasi Bangka Pos, Minggu (23/2/2020) mengaku sudah mendapat kabar terkait berita viral dugaan penganiayaan seorang pelajar oleh kakak kelas di sebuah sekolah di Sungailiat.

"Kami akan berkordinasi dengan pihak sekolah dan kepolisian terkait. Semoga kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," kata Sapta.

Diakui Sapta, laporan resmi pihak korban belum diterima oleh KPAD Babel.

Namun demikian KPAD berjanji akan menindak-lanjutinya.

"Kami selaku Poksi pengawasan akan terus mengawasi situasi selanjutnya. Yang jelas sampai saat ini kami belum menerima pengaduan dari korban tetapi kami dapat pengaduan dari rekan-rekan media yang selalu memberikan informasi terkait permasalahan tersebut," kata Sapta.

Sementara itu setelah melakukan kroscek pada pihak sekolah, KPAD Babel kembali memberikan penjelasan kepada Bangka Pos.

Intinya informasi yang diterima oleh KPAD Babel dari pihak sekolah mengakui adanya dugaan penganiayaan yang dimaksud.

Korban awalnya diduga jatuh di kamar mandi dan kejang-kejang sehingga dibawa ke rumah sakit oleh Pengurus Asrama.

Namun setelah ditelusuri, ternyata korban tak sadarkan diri karena diduga dianiaya oleh kakak kelas.

"Menurut pihak sekolah, bahwa korban sering malak teman sekelas dan sering nantang kakak kelas selaku Pengurus OSIS (sehingga dianiaya kakak kelas -red). Namun demikian menurut pihak sekolah, pelaku sudah diberikan sanksi oleh pihak sekolah dan pelaku telah dikembalikan kepada orangtuanya," kata Sapta mengutip penjelasan pihak sekolah.(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved