Anies Baswedan Bakal Jadi Saingan Terberat Prabowo Subianto, Jika Keduanya Maju pada Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menjadi saingan terberat Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Anies Baswedan Bakal Jadi Saingan Terberat Prabowo Subianto, Jika Keduanya Maju pada Pilpres 2024
WARTA KOTA/Nur Ichsan
FLYOVER BINTARO PERMAI - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat meresmikan beroperasinya flyover Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018). Lintasan flyover di atas rel kereta api sepanjang 391 meter ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut. 

Anies Baswedan Bakal Jadi Saingan Terberat Prabowo Subianto, jika keduanya maju pada Pilpres 2024

BANGKAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menjadi saingan terberat Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, jika keduanya maju pada Pilpres 2024. Prediksi ini muncul dalam hasil survei Indo Barometer. 

Dalam survei tersebut, nama Prabowo diadu dengan sejumlah nama potensial sebagai capres di Pilpres 2024. Saat disandingkan dengan nama Anies, elektabilitas Prabowo berada pada angka 41,4 persen dan Anies 23,3 persen.

Sedangkan sebanyak 35,2 persen responden tak menjawab dan menyatakan tidak tahu.

"Tampak jika lawan terberat untuk Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan. 41,4 persen vs 23,3 persen atau selisih 18,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei di Century Park Hotel, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Sementara, lawan termudah bagi Prabowo dalam simulasi survei tersebut ialah Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Saat diadu dengan Airlangga, elektabilitas Prabowo sebesar 50,9 persen dan Airlangga 7,2 persen. Sedangkan 41,9 persen responden tidak menjawab.

"Sedangkan lawan Prabowo Subianto paling ringan adalah Airlangga Hartarto. 50,9 persen vs 7,2 persen atau selisih 43,7 persen," lanjut dia.

Survei nasional ini dilaksanakan pada 9 – 15 Januari 2020 di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Tautan

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved