Berita Pangkalpinang

Ini Penjelasan Dosen UBB Tentang Air Kolong Mengandung Logam Berat di Bangka Belitung

Satu dampak dari aktivitas kegiatan penambangan timah yakni terbentuknya kolong, umumnya mengandung logam berat di kolom air kolong tersebut.

Ini Penjelasan Dosen UBB Tentang Air Kolong Mengandung Logam Berat di Bangka Belitung
(Ist/Eva)
Dosen Jurusan Akuakultur Universitas Bangka Belitung Eva Prasetiyono 

Dosen Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung
Eva Prasetiyono

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Berdasarkan hasil citra satelit yang dilakukan oleh Dosen Jurusan Akuakultur UBB, luasan kolong yang terdapat di Bangka Belitung lebih dari 7.000 Hektar. Baik kolong usia muda, menengah maupun tua.

Satu dampak dari aktivitas kegiatan penambangan timah yakni terbentuknya kolong, umumnya mengandung logam berat di kolom air kolong tersebut.

Kandungan logam berat yang terdapat pada media air kolong berasal dari perut bumi yang muncul ke media air kolong diakibatkan oleh proses kegiatan penambangan.

Namun keberadaan logam berat di kolong sangat tergantung dari beberapa faktor, diantaranya yaitu usia/umur kolong, kedalaman kolong, asupan air baru dari luar kolong, pH air kolong, tipe mineral di area kolong.

Kolong pada saat awal terbentuk kondisi kualitas air khususnya parameter kekeruhan, pH dan logam berat sangat buruk.

Seiring dengan usia kolong yang bertambah, kolong akan mengalami perbaikan kualitas secara alami (self purification).

Hal ini akan semakin cepat jika terjadi proses pengenceran (dillution) oleh asupan air dari luar yang masuk kedalam kolong , kedalaman kolong yang rendah dan proses reklamasi.

Asupan air dari luar dapat berasal dari air tanah (mata air), hujan atau badan air lain diluar kolong.

Selanjutnya, kolong yang sudah mengalami pulih diri, kondisi pHnya akan semakin membaik dan lebih tinggi. Pada kondisi pH yang lebih tinggi (pH>5) kelarutan logam berat di air rendah dan logam berat cenderung mengendap didasar perairan.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved