Inilah Dasar Hukum Puasa di Bulan Rajab Bisa Hapuskan Dosa Tiga Tahun yang Kerap Disebut Bid'ah

Pada bulan yang sangat dimuliakan ini, para umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, zikir, dan melafalkan doa bulan Rajab.

TribunStyle.com Kolase/Instagram @ nuruzzahro_medan
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Ibadah puasa Rajab kerap dipermasalahkan bahkan disebut bid'ah. Apa sebenarnya dasar hukum puasa di Bulan Rajab yang bisa hapuskan dosa tiga tahun.

Selasa 25 Februari 2020 telah memasuki bulan Rajab, satu bulan yang sangat dimuliakan umat muslim.

Menurut hitungan hijriah, 1 Rajab 1441 H akan jatuh pada 25 Februari 2020.

Pada bulan yang sangat dimuliakan ini, para umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, zikir, dan melafalkan doa bulan Rajab.

Pada hari tersebut selain diperintah mengerjakan ibadah wajib, umat Islam dianjurkan pula melaksanakan ibadah sunah. Sejumlah amalan dapat dilakukan umat muslim termasuk puasa Rajab.

Ibadah puasa Rajab kerap dipermasalahkan. Melansir artikel nu.or.id berjudul 'Dasar Hukum Puasa Rajab' sebagian orang berpendapat bahwa puasa Rajab tidak diperbolehkan, alias bid’ah, karena tidak ada dalil spesifik yang membolehkannya.

Bahkan, hadits-hadits keutamaan puasa di bulan Rajab kebanyakan dhaif dan maudhu’.

Namun apakah kelemahan dalil tersebut berdampak pada ketidakbolehan puasa di bulan Rajab?

Berdasarkan artikel dari nu.or.id itu, Jawabannya tentu tidak. Pertanyaan hukum puasa Rajab pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair.

Dialog kedua orang ini direkam oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab Shahih-nya.

Halaman
1234
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved