Berita Sungailiat

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Evaluasi Program Germas, Begini Hasilnya

Kegiatan ini dibuka Sekda Bangka Andi Hudirman , dihadiri perwakilan OPD, dan instansi vertikal di lingkungan Pemkab Bangka.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Evaluasi Program Germas, Begini Hasilnya
Bangkapos com/Edwardi
Pemkab Bangka melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Advokasi Lembaga Pemerintah /Lembaga Daerah (LP/LD) untuk pemberdayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Hotel Novilla Sungailiat, Selasa (25/02/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan Advokasi Lembaga Pemerintah /Lembaga Daerah (LP/LD) untuk pemberdayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Hotel Novilla Sungailiat, Selasa (25/02/2020).

Kegiatan ini dibuka Sekda Bangka Andi Hudirman , dihadiri perwakilan OPD, dan instansi vertikal di lingkungan Pemkab Bangka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti mengatakan kegiatan ini intinya merupakan laporan advokasi dari OPD dan instansi vertikal untuk peningkatan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas) yang sudah dicanangkan sejak tahun 2017 yang lalu.

" Hasil evaluasi Germas ini dilakukan setiap tahun, jadi kegiatan ini sebagai evaluasi kegiatan Germas di OPD dan instansi vertikal dana kita kumpulkan di Bappeda Bangka lalu disampaikan ke Bappeda Provinsi Babel selanjutnya disampaikan ke Bappenas,," kata Then.

Diungkapkannya dari hasil pemaparan Program Germas 2019 ini hasilnya cukup baik, seperti angka tidak merokok dalam rumah dimana sebelumnya 32 persen saat ini meningkat menjadi 52 persen.

"Jadi saat ini ada kesadaran banyak yang tidak merokok lagi di dalam rumah," jelas Then.

Dilanjutkannya, selain itu aktivitas fisik juga sudah cukup bagus, dari nilai 14,3 persen sekarang menjadi 93,3 persen dan makan buah dan sayur juga sudah bagus dari 35 persen menjadi 94 persen," ujar Then.

Dilanjutkannya, untuk penderita hipertensi dengan melakukan cek rutin atau screening ternyata kesadaran meningkat dari 21 .000 menjadi 64.000 kasus hipertensi.

"Jadi kasus hipertensi di kita ini cukup banyak tapi kurang terdeteksi melalui kegiatan Germas ini jadi terdeteksi dan penderita ini harus diobati setelah ditemukan adanya penderita ini," jelas Then.

Diungkapkannya, banyak masyarakat yang enggan memeriksakan tekanan darahnya selama ini, sehingga tidak mengetahui kalau menderita hipertensi.

"Tadi saya sudah tanya apakah ada yang memeriksakan tensinya setahun sekali dan ternyata tidak ada karena saat ini kebanyakan sudah sadar dan rutin memeriksakan tekanan darahnya,," imbuh Then.

Diakuinya, Dinas Kesehatan Bangka juga sudah membagikan alat pengecek tensi darah ke sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Bangka agar merek bisa secara rutin melakukan pengecekan tekanan darah para pegawainya.

"Jangan sampai tiba-tiba tensi darahnya naik 300 mereka tidak tahu karena tidak pernah mengecek, sebab hipertensi ini cukup berbahaya dan banyak menyebabkan Kematian," tukasnya

(Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved