Harga Emas Hari Ini, Khususnya Antam : Logam Mulia Berjangka Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun
Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Kabar Harga Emas Hari Ini Khususnya Antam, hingga Soal Logam Mulia Berjangka Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun
BANGKAPOS.COM - Seperti apa kabar harga emas hari ini Selasa (25/2/2020), khususnya emas batangan Antam?
Harga emas hari ini untuk emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (25/2/2020) berada di angka Rp 809.000 per gram.
Angka harga emas hari ini dari Antam turun Rp 10.000 jika dibandingkan harga emas pada Senin (24/2/2020).
Kemarin, harga emas Antam sempat naik dua kali pada pagi hari dan sore harinya.
Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 731.000. Harga tersebut turun Rp 10.000 jika dibandingkan kemarin.
Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.
Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Dilangsir dari Kompas.com, Berikut rincian harga emas hari ini dari Antam :
-0,5 gram Rp 429.000
- 1 gram Rp 809.000
- 2 gram Rp 1.567.000
- 3 gram Rp 2.329.000
- 5 gram Rp 3.865.000
- 10 gram Rp 7.665.000
- 25 gram Rp 19.055.000
- 50 gram Rp 38.035.000
- 100 gram Rp 76.000.000
- 250 gram Rp 189.750.000
- 500 gram Rp 379.300.000
- 1.000 gram Rp 758.600.000
Makin Mahal, Logam Mulia Berjangka Sentuh Harga Tertinggi 7 Tahun
Sementara itu, dilangsir dari kompas.com, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lagi pada akhir perdagangan Senin (24/2/2020) waktu setempat (Selasa pagi WIB).
Para investor memborong aset safe haven logam mulia di tengah kekhawatiran prospek ekonomi dunia.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April ditutup naik 27,8 dollar AS atau 1,69 persen, menjadi 1.676,6 dollar AS per ounce.
Posisi ini merupakan level tertinggi dalam tujuh tahun.
Sementara itu, di pasar spot, emas naik 1,7 persen menjadi diperdagangkan di 1.671,35 dollar AS per ounce pada pukul 13.59 waktu setempat (18.59 GMT). Emas sempat mencapai tertinggi sesi 1.688,66 dolar AS, tingkat tertinggi sejak Januari 2013.
Investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global dalam menghadapi kasus virus corona yang meningkat tajam di luar China.
"Pasar sekarang ketakutan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
“Kekhawatirannya bukan tentang virus tepatnya, itu dari sudut pandang ekonomi. Dow Jones jatuh sekitar 1.000 poin, imbal hasil obligasi juga lebih rendah," tambah dia.
Ada peningkatan tajam dalam kasus virus corona yang dilaporkan di Italia, Korea Selatan dan Iran, dengan Afghanistan dan Irak melaporkan kasus pertama mereka. Namun, tingkat infeksi di China telah berkurang.
Di luar China daratan, wabah telah menyebar ke sekitar 29 negara dan wilayah, dengan korban tewas sekitar dua lusin, menurut penghitungan Reuters.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, khawatir tentang meningkatnya jumlah kasus tanpa kaitan yang jelas dengan China.
Investor memandang emas dan aset lain seperti obligasi pemerintah dan dollar AS sebagai tempat berlindung yang aman (safe haven) selama masa tertekan.
Pembalikan kurva antara imbal hasil obligasi AS 3-bulan dan 10-tahun semakin dalam, dalam apa yang para ekonom lihat sebagai sinyal resesi. Imbal hasil acuan obligasi 10-tahun AS turun ke tingkat terendah sejak Juli 2016.
Ketakutan investor terhadap wabah virus memicu aksi jual luas di pasar ekuitas.
Dow Jones industrialals turun lebih dari 800 poin, di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober.
Di Eropa, pasar mengalami penurunan harian terbesar sejak pertengahan 2016.
Dukungan tambahan datang dari indeks dolar AS. Ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, indeks dolar mundur 0,12 persen menjadi 99,14 sebelum penyelesaian transaksi emas.
“Kenaikan harga emas disertai oleh arus masuk ETF (Exchange Traded Fund) -- reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek -- lebih lanjut. Investor keuangan spekulatif juga telah meningkatkan taruhan mereka pada kenaikan harga emas secara signifikan,” kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
"Namun, ini juga berarti bahwa kenaikan harga emas berada di tanah yang goyah, sehingga penurunan dapat diperkirakan jika terjadi aksi ambil untung," tambahnya.
Mencerminkan peningkatan minat investor pada emas, spekulan menaikkan posisi bullish mereka pada kontrak emas dan perak di bursa COMEX dalam seminggu hingga 18 Februari, data menunjukkan pada Jumat (21/2/2020)
Mengikuti kenaikan emas, perak melonjak 2,3 persen menjadi 18,88 dollar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak September di 18,90 dollar AS.
Palladium turun 3,1 persen menjadi 2.619,01 per ounce, sedangkan platinum turun 0,3 persen menjadi 970,17 dollar AS.
Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret naik 34,6 sen atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 18,876 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 1,9 dollar AS atau 0,19 persen, menjadi menetap pada 974,2 dollar AS per ounce.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Turun Rp 10.000, Berapa Harga Emas Antam Hari Ini?" dan "Makin Mahal, Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/emas-batangan-nii_20160227_093937.jpg)