Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Petani Desa Rias Kewalahan dan Merugi, Puluhan Hektar Padi Diserang Hama Tikus

Ariyanto menyatakan jika tanaman padinya ada yang mati dengan memutih dan juga sebagaian mengalami patah pada bagian batang.

Bangkapos/Jhoni Kurniawan
Ariyanto, petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan menunjukan padi miliknya yang rusak diserang hama tikus 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Puluhan hektar tanaman padi petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, diserang hama tikus.

Petani pun terancam gagal panen dan mengalami kerugian cukup besar.

Ketika ditemui di lahan pertanian miliknya, Hendrik dan Yusuf mengakui dirinya kewalahan akibat adanya hama tikus ini dikarenakan mengakibatkan tanaman padi miliknya rusak. Selasa, (24/2/2020).

Tampak pula akibat serangan tikus ini beberapa bagian tanaman padi di lahan milik Hendrik dan Yusuf tampak bopeng atau rusak dikarenakan serangan Tikus yang telah menyerang sekitar dua minggu lalu.

Menurut Yusuf penyerangan ini terjadi dikarenakan saat ini memasuki musim dimana padi dalam keadaan "bunting" atau sedang berisi.

"Tikus ini mulai menyerang ketika suasana sudah gelap atau pada malam hari, tidak cuma itu kalau siang hari maka burung yang akan menyerang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi dan mengentas hama tikus, Hendrik dan Yusuf mengaku hanya dapat memberikan racun yang dicampurkan dengan gabah namun tidak berdampak besar.

"Hanya bisa begini saja pak, karena jika mau dicarikan solusi lainnya kami tak memiliki biaya lebih," ungkap Yusuf.

Sementara itu Ariyanto yang juga merupakan petani ketika ditemui mengakui jika lahan miliknya juga tak luput menjadi korban penyerangan hama tikus.

Penyerangan terhadap lahannya diakui Ariyanto sejak dua minggu terakhir ini tidak ada habisnya karena setiap malam selalu diserang oleh tikus.

Akibat penyerangan tikus, Ariyanto menyatakan jika tanaman padinya ada yang mati dengan memutih dan juga sebagaian mengalami patah pada bagian batang.

"Sangat merugikan karena padi saya inikan sudah tidak lama lagi akan panen, tetapi karena ade serangan tikus saya pastinya mengalami kerugian," sesal Ariyanto.

Sebagai antisipasi, Ariyanto menyebutkan telah melakukan berbagai cara seperti misalnya melakukan pengemposan, memasang racun tikus yang dicampuri dengan umpan.

Ariyanto menyatakan sebenarnya ada alternatif terakhir yang bisa digunakan oleh petani yaitu dengan cara memasang setrum listrik pada malam hari untuk membunuh hama tikus.

"Memang berbahaya jika memasang setrum ini namun mau tidak mau ini akan menjadi alternatif bagi petani demi bisa memberantas Tikus yang merugikan," tukasnya. (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan) 

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved