Berita Sungailiat

Viral di Medsos Pelajar Babak Belur Diduga Dipukul, Ibu Korban Minta Bantuan KPAD Bangka Belitung

Kisah yang viral di media sosial (Medsos) tentang Pelajar Sekolah Islam di Sungailiat Bangka babak belur diduga dipukuli kakak kelas

Viral di Medsos Pelajar Babak Belur Diduga Dipukul, Ibu Korban Minta Bantuan KPAD Bangka Belitung
Bangkapos.com / Agus Nuryadhin
Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi 

Viral di Medsos Pelajar Babak Belur Diduga Dipukul, Ibu Korban Minta Bantuan KPAD Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kisah yang viral di media sosial (Medsos) tentang Pelajar Sekolah Islam di Sungailiat Bangka babak belur diduga dipukuli kakak kelas di asrama sekolah, berlanjut.

Ibu korban sudah melaporkan kasus itu ke Polres Bangka dan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Propinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Ketua KPAD Babel, Sapta Qodri Muafi kepada Bangka Pos, Selasa (25/2/2020) mengatakan, pihaknya telah didatangi oleh seorang wanita berinisial YO, Warga Pangkalpinang yang merupakan ibu korban.

"Pada Hari Senin 24 Februari 2020, pukul 13.00 WIB, orangtua korban, pelajar sekolah tersebut datang ke Kantor KPAD Provinsi Babel," kata Sapta kepada Bangkapos.com.

Kedatangan ibu korban diterima oleh Ketua KPAD Babel, Sapta Qodri Muafi dan sejumlah komisioner atau staf.

Kepada KPAD, ibu korban memastikan anaknya telah jadi korban kekerasan sesama pelajar dalam satu sekolah, tepatnya saat berada di asrama pondok pesantren yang dimaksud.

"Setelah sekitar dua jam mendengar cerita kronologis kejadian dari ibu korban, kemudian kami rombongan KPAD langsung menemui korban di kediaman korban di Pangkalpinang. Setelah bertemu korban, Ketua KPAD dan tim langsung menanyakan langsung soal kronologis yang sebenarnya," katanya.

Berdasarkan cerita korban dan ibu korban kepada Tim KPAD kata Sapta, diduga kejadian berawal tanggal 18 Februari 2020 pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Ketika itu korban menyusun buku di asrama dan bersiap-siap berangkat ke ruang kelas sekolah.

"Namun tiba-tiba ada salah satu santri meminta mie instan kepada seorang santri lainnya, namun tidak segera di berikan. Dan saat itulah korban berkata (di antara dua pelajar tadi) "kalau nggak ikhlas, biar ku aja yang kasih (mie instan)," kata Sapta mengutip pengakuan korban dan ibunya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved