Berita Bangka Barat

Banyak TKA di Bangka Barat Bekerja Sebagai Tenaga Ahli Perusahaan

Di Kabupaten Babar hingga saat ini tercatat sejumlah 30 TKA Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di sejumlah perusahaan.

Banyak TKA di Bangka Barat Bekerja Sebagai Tenaga Ahli Perusahaan
bangkapos.com/Kemas Ramandha
Kabid Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Babar, Hairullah -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabid Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Bangka Barat, Hairullah menuturkan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

Hal tersebut disampaikannya kepada Bangkapos.com, Rabu (26/2/2020). Menurutnya, pantauan yang dilakukan meliputi aktivitas serta urusan adminitrasi para TKA.

Dia mengatakan, di Kabupaten Babar hingga saat ini tercatat sejumlah 30 TKA Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di sejumlah perusahaan.

"Mereka banyak yang di perairan. Di kapal-kapal yang ada di sini. Asal mereka ada dari beberapa negara luar, seperti Malaysia, Thailand dan China," jelasnya.

Sementara izin menetap para TKA ini, dikatakannya, menjadi urusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung serta kementerian terkait.

Kebanyakan para pekerja juga banyak yang bertindak sebagai tenaga ahli di perusahaan pertambangan, tambak serta pabrik-pabrik di Babar. 

"Izinnya tenaga ahli dari kementerian. Seperti ada di tambak udang, itu tenaga ahli juga. Perpanjang perjanjian notifikasi (izin menetap) mereka biasanya diperpanjang per 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. Itu semua provinsi yang urus," ungkapnya.

Hairul juga menuturkan pihaknya juga menyarankan ke perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan TKA bersangkutan, agar jangan membiarkan mereka terlalu bebas berkeliaran.

"Karena mereka (TKA) hanya dianjurkan untuk berada di lingkungan perusahaan itu. Tidak boleh keluar tanpa alasan. Kalau pun mereka mau keluar, harus didampingi oleh pihak perusahaan," tegasnya.

"Sampai sekarang, tidak ada masalah (TKA) untuk di Babar ini. Kita di sini tugasnya hanya melakukan pemantauan. Semua berkaitan dengan pemprov Babel langsung," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved