Berita Pangkalpinang

DJPB Bangka Belitung Minta Dinas Terkait Data UMKM dalam Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program

Kredit Usaha Rakyat (KUR) memang lebih didesign untuk membantu masyarakat bawah, bahkan di bawah ekonomi lemah

DJPB Bangka Belitung Minta Dinas Terkait Data UMKM dalam Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung (DJPB) Alfiker Siringoringo 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung (DJPB) Alfiker Siringoringo mengatakan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) memang lebih didesign untuk membantu masyarakat bawah, bahkan di bawah ekonomi lemah yang tidak punya akses ke perbankan.

"Yang tidak punya kemampuan ekonomi ataupun kemampuan ilegal hukum yang dipersyaratkan oleh bank untuk mendapatkan kredit, seperti UMKM bahkan yang sangat kecil nah itu sebenarnya target kita," ungkap Alfiker Siringoringo kepada Bangkapos.com, Rabu (26/02/2020)

Namun diakuinya, beberapa UMKM yang belum memenuhi persyaratan yang diinginkan oleh pihak perbankan.

"Jadi bagaimana orang yang tidak mempunyai akses ke perbankan itu tapi punya usaha yang layak, yang usahanya berkelanjutan, dan tentunya masyarakat bawah yang membutuhkan modal tentunya, nah seperti itu lah lebih kita arahkan KUR ini," jelas Alfiker.

Dia menegaskan, uang KUR itu adalah uang milik bank bukan milik pemerintah, hanya saja pemerintah memberikan skema subsidi bunga.

"Jadi bunganya itu, yang dibebankan oleh perbankan ke pihak debitur itu tahun ini hanya sebesar enam persen nah suku bunganya yang ditetapkan untuk KUR itu disubsidi pemerintah," ucapnya

Dia juga mengatakan, harusnya dinas terkait UMKM membina UMKM yang ada di Babel, mengupload nama-nama yang telah dibina ke aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

"Nah nanti pihak perbankan menganalisis yang ada di SIKP untuk dapat dipertimbangkan, begitu yang idealnya, jadi perbankan itu mengambil data UMKM yang diisikan oleh dinas terkait itu, nah cuma yang terjadi data dari teman-teman dinas ini masih kurang, sehingga data-data yang diisi masih terbatas," jelas Alfiker.

Untuk itu ia berharap, kedepannya pihak dinas terkait agar dapat memaksimalkan pengisian data UMKM yang sudah berdasarkan hasil seleksi dan pembinaan.

Dia menyebutkan, mayoritas perbankan di Bangka Belitung sudah menyalurkan dana KUR, tinggal permasalahan jumlahnya saja.

"Nah kita terimakasih banyak dengan pihak Bank Mandiri dan BRI, penyalur dua terbesar uang KUR, nah yang lainnya cukup besar cuma kedua bank ini yang paling besar," bebernya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved