Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Smelter Timah Banyak yang Tutup, Amri Cahyadi: Pemerintah Harus Lakukan Pengawasan

Peran pengawasan dari instansi berwenang wajib dilakukan karena pastinya berkaitan dengan Kewajiban Reklamasi Sosial dan Lingkungan lainnya

Bangkapos.com/Riki Pratama
Ketua DPW PPP Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pabrik peleburan timah atau smelter di Provinsi Bangka Bangka saat ini sudah banyak tutup operasionalnya.

Namun tutupnya smelter masih harus terus diawasi oleh pemberi izin, karena apakah masih menampung dan menjual timah dari masyarakat.

Selain itu, pengawasan reklamasi juga harus dilakukan, pasca pelaksanan pertambangan.

Mengenai hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi, mengatakan bahwa pengawasan tersebut diperlukan dalam upaya untuk mengawasi.

"Wajib perlu diawasi oleh pemberi Izin, tentunya Kabupaten atau Provinsi, namun sekarang mengacu Undang-Undang Pemda, urusan pertambangan menjadi kewenangan Provinsi, maka OPD ESDM wajib melakukan fungsi pembinaan dan pengawasan kegiatan,"jelas Amri Cahyadi kepada wartawan, Rabu (26/2/2020)

Ia menambahkan, terkait dugaan apakah masing memiliki peluang, smelter membeli dan menampung timah, ia mengatakan sah-sah saja.

"Dugaan-dugaan apakah masih ada peluang smelter tersebut membeli dan menampung timah sah-sah saja. Karena, ketentuan RKAB itu kan persyaratan untuk ekspor. Bisa saja terjadi mereka beli, olah kemudian jual dengan pihak-pihak yang punya izin ekspor,"ungkapnya.

Oleh karenanya, sambungnya, peran pengawasan dari instansi berwenang wajib dilakukan karena pastinya berkaitan dengan Kewajiban Reklamasi Sosial dan Lingkungan lainnya.

"Dalam waktu dekat, Komisi tiga DPRD akan melakukan pemantauan lansung dan pastinya setelah meminta penjelasan dengan ESDM dan pihak lainnya,"tegasnya.

Sementara wartawan Bangkapos.com, kembali mendatangi kantor Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, pada Rabu (26/2/2020), untuk meminta tanggapan terkait pengawasan smelter dan pengawasan jalanya reklamasi setelah proses pertambangan.

Namun tetap saja Kepala ESDM Babel Supanto, enggan berkomentar, ia mengatakan belum memiliki data lengkap dan dirinya baru menjabat Plt Kepala ESDM sehingga memerlukan waktu untuk memberikan keterangan tersebut. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved