Berita Pangkalpinang

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Basel, Balai Karantina Dukung Alobi

"Kami juga akan mengawasi perdagangan satwa maupun fauna yang kemudian akan dilalulintaskan baik di bandara dan pelabuban," sambungnya.

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Basel, Balai Karantina Dukung Alobi
istimewa
satu di antara delapan satwa yang dilepasliarkan Balai Karantina Pangkalpinang dan PS Alobi Babel kemarin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang mendampingi PPS Alobi melaksanakan pelepasliaran delapan satwa di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pamisan Bukit Nenek, Desa Gudang, Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (26/02/20).

Adapun individu satwa yang dilepasliarkan  lima di antaranya merupakan hewan langka yang telah dilindungi UU, yaitu satu trenggiling, dua ekor burung Elang Brontok, 2 ekor kukang.

Sisanya adalah 2 ekor Musang Akar dan 1 ekor Musang Pandan.

Mewakili Kepala Balai Karantina Pertanian, Kasi Karantina Hewan Akhir Santoso mendukung PPS Alobi Babel.

"Kami sangat mendukung langkah dari PPS Alobi Babel, karena selain melestarikan satwa di habitat alam aslinya secara tidak langsung akan mengurangi perburuan yang kemudian akan dilalulintaskan," kata Akhir.

Dia juga menambahkan, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019 merupakan tugas utama bagi Balai Karantina salam mengawasi maupun pengendalian dalam melindungi satwa liar maupun satwa langkah.

"Terlebih Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan peran karantina sangat strategis dan berada di garda terdepan dalam pengawasan dan pengendalian untuk melindungi satwa liar dan satwa langkah," ucap Akhir.

"Kami juga akan mengawasi perdagangan satwa maupun fauna yang kemudian akan dilalulintaskan baik di bandara dan pelabuban," sambungnya.

Berdasarkan Undang-Undang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina merupakan suatu sistem dalam pencegahan masuk dan keluarnya hama atau penyakit.

"Sedangkan menurut Undang-undang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang selanjutnya disebut Karantina adalah sistem pencegahan keluar masuk tersebarnya hama, penyakit hewan karantina hama dan penyakit ikan karantina, serta organisme pengganggu tumbuhan karantina dan pengawasan atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan," ujar Akhir.

"Selain itu juga mengawasi keamanan pakan dan mutu pakan, produk rekayasa genetika, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif, tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka yang dimasukkan ke dalam negeraea kita (Indonesia), tersebarnya dari suatu area ke area lain, atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Akhir (Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved