Advertorial

Bina Pamong di Pangkal Beras, Terobosan Bupati Markus Pimpin Bangka Barat Diapresiasi Warga

Bupati Bangka Barat Markus bertatap muka dengan camat, lurah, para kepala desa dan BPD serta masyarakat di desa Pangkal Beras

Ist
Bupati Bangka Barat Markus berpose bersama sebagian warga desa Pangkal Beras usai bina pamong, Jumat (21/2) 

BANGKAPOS.COM- Bupati Bangka Barat Markus bertatap muka dengan camat, lurah, para kepala desa dan BPD serta masyarakat di Desa Pangkal Beras, Kecamatan Kelapa dalam acara rapat bina pamong, Jumat (21/2/2020) lalu.

Pada kesempatan ini, bupati muda dan inovatif tersebut menyampaikan sejumlah progres pembangunan di Kabupaten Bangka Barat sepanjang hampir satu tahun menjabat bupati.

Bupati Markus SH saat memaparkan capaian Pemkab Bangka Barat yang ia pimpin selama hampir satu tahun terakhir
Bupati Markus SH saat memaparkan capaian Pemkab Bangka Barat yang ia pimpin selama hampir satu tahun terakhir (Ist)

"Saya ingin masyarakat Bangka Barat tahu apa yang sudah saya lakukan selama hampir satu tahun menjabat bupati definitif. Baik capaian di bidang kesehatan, pendidikan maupun ekonomi," tandas Markus.

Di bidang ekonomi, jelas Markus, pada tahun 2019 lalu Bangka Barat mencatatkan diri sebagai salah satu kabupaten di Bangka Belitung dengan angka kemiskinan terkecil yakni hanya 2,67%.

Politisi PDI Perjuangan ini berpandangan, capaian angka kemiskinan bisa diraih karena memang program yang dijalankan pemda langsung menyentuh masyarakat.

"Kita juga terus berupaya maksimal meyakinkan investor agar mau berinvestasi di Bangka Barat. Kalau mau daerah maju, harus ada investasi. Tahun ini PT Timah bangun pabrik baru di Muntok yang pastinya akan menambah lapangan kerja bagi masyarakat kita. Selain itu juga PT Apical group akan bangun pabrik CPO dan pabrik minyak goreng dengan nilai investasi sangat besar. Juga rencananya akan dibangun pelabuhan barang di Tanjung Ular oleh Kemenhub," jelas Markus disambut applaus warga yang hadir.

Selain itu soal masalah kesehatan warga. Ketika menjabat bupati, Markus melakukan terobosan dengan mengeluarkan Perbup No. 57/2019 tentang jaminan pelayanan kesehatan Bangka Barat Terpadu (JKBT).

JKBT ini merupakan jaminan kesehatan yang diselenggarakan Pemda Bangka Barat bagi warga miskin maupun individu yang ada dalam BDT, di luar BDT, peserta jaminan kesehatan mandiri kelas III yang menunggak, PHL dan keluarganya yang belum memiliki jaminan kesehatan.

"Khusus di desa Pangkal Beras, berdasarkan data capaian program BPJS lebih kurang 58% masyarakat di sini yang sudah dibantu Pemda. Saya juga sudah bertemu langsung Menteri Sosial meminta tambahan kuota penerima bantuan iuran (PBI) APBN untuk Bangka Barat. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat kita terintegrasi dengan BPJS kesehatan," tukas Markus.

Terkait masalah kesehatan, Markus tak hanya fokus mengurus BPJS Kesehatan untuk warga tapi juga mengurangi angka stunting.

Halaman
12
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved