Berita Pangkalpinang

Kisah Guru Ngaji dan Muazin Bersuara Merdu di Balik Lapas Tua Tunu

"Semoga Allah menerima tobat saya, mengampuni dosa besar saya, untuk ibu saya minta maaf saya jadi seperti ini sekarang, saya menyesal, ampuni saya"

Kisah Guru Ngaji dan Muazin Bersuara Merdu di Balik Lapas Tua Tunu
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Angga Nugraha warga binaan lapas kelas II A Tua Tunu Pangaklpinang yang saat ini menjadi guru ngaji. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejak bulan Juni 2015 lalu, Angga Nugraha terpaksa menghabiskan hari-harinya di sel tahanan.

Segala peraturan dan kewajiban yang berlaku di  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tua Tunu Pangkalpinang, harus dijalaninya. 

Bersosialisasi dengan sesama warga binaan Lapas lainnya, membuat hari-harinya menunggu masa tahanan selesai sedikit terlupakan.

Emosi yang tidak tertahankan lah yang mengahtarkan nya harus mendekap selama 18 tahun dibalik jeruji besi itu. Kehilafan pun terjadi hingga pisau yang dipegangnya kala itu merenggut nyawa bos tambangnya sendiri.

Kelahiran Bandung 1 Maret 1987 lalu itu kini menyesali perbuatannya empat tahun silam.

Beberapa belas tahun kedepan ia harus mengabiskan hari-harinya di Lapas Kelas II A Tua Tunu Pangkalpinang.

Berniat ingin merantau dari tanah jawa menjadi seorang scurity di perusahaan sawit di Lepar Pongok, lalu ia mulai tertarik didunia pertambangan mengikuti bos yang saat ini sudah meninggal.

"Awalnya saya security, terus 2011 ikut menambang dengan bos saya, bekerja ditambang beberapa tahun, lalu 2015 lalu sampailah pada kekehilafan saya itu," ungkapnya saat ditemui Bangkapos.com, Kamis (27/02/2020)

Kehilafan nya itu terjadi sebab sang atasan tidak membayar upahnya bekerja berbulan-bulan.

Saat itu emosinya tidak tertahankan lagi. Ia merenggut nyawa sang atasan adalalah peluapan emosinya kala itu.

Halaman
123
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved