Berita Sungailiat

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungailiat Gelar Media Gathering

Kegiatan Media Gathering ini diadakan serentak di seluruh Indonesia yang dimediasi Direktorat Jendral Pemasyarakatan.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungailiat Gelar Media Gathering
Bangkapos/Edwardi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Sungailiat melaksanakan Media Gathering dengan tema Kolaborasi, Dukung Pemasyarakatan 2020 bersama sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan di wilayah Kabupaten Bangka di Aula Pertemuan Lapas Kelas IIB Sungailiat, Kamis (27/02/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Sungailiat melaksanakan Media Gathering dengan tema Kolaborasi, Dukung Pemasyarakatan 2020 bersama sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan di wilayah Kabupaten Bangka di Aula Pertemuan Lapas Kelas IIB Sungailiat, Kamis (27/02/2020).

Kegiatan ini intinya mendengar pidato Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI yang dilaksanakan secara teleconference dari Jakarta dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Polres Bangka, BNN Kabupaten Bangka, sejumlah wartawan dan warga binaan serta undangan lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, M Ahyar mengatakan kegiatan Media Gathering ini diadakan serentak di seluruh Indonesia yang dimediasi Direktorat Jendral Pemasyarakatan.

"Kegiatan ini sering dilakukan dan kali ini di pusatkan di Jakarta dan juga di seluruh Lapas termasuk di Bangka Belitung, jadi nanti silahkan awak media bisa wawancara langsung dengan Dirjen Pemasyarakatan," kata Ahyar.

Ditambahkannya, para awak media yang hadir disini juga dipersilahkan untuk menanyakan apapun mengenai keadaan Lapas Sungailiat ini.

"Jadi silahkan nanti mau menanyakan apapun soal Lapas Sungailiat, nanti saya juga akan memaparkan sedikit soal keadaan Lapas Sungailiat ini," ujar Ahyar.

Diungkapkannya, Zona Integritas di Lapas sudah dimulai sejak tahun 2018, namun sarana untuk mewujudkan baru bisa dilaksanakan tahun ini.

"Kami saat ini sudah dalam proses mencapainya, kami sudah mulai pada pelayanan kepada warga binaan mungkin tahun lalu kurang tertib dan lancar tetapi sekarang ini bagaimana senyaman mungkin warga binaan dilayani seperti dalam proses asimilasi termasuk yang sakit segera dilayani di klinik Lapas, apabila sakitnya parah langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat," ungkap Ahyar.

Diakuinya selama ini klinik Lapas hanya ada perawat dan pegawai lapas saja, tetapi saat ini dengan kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mendapatkan layanan satu orang dokter yang ditugaskan setiap hari.

"Ini merupakan suatu terobosan dalam proses pelayanan kepada warga binaan," tukas Ahyar. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved