Berita Belitung

Tak Kantongi Izin, Barang Penumpang dari Malaysia Disita Balai Karantina Bandara H.AS.Hanandjoedin

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (wilker) Bandara H.AS. Hanandjoedin Kabupaten Belitung melakukan penahanan barang

Tak Kantongi Izin, Barang Penumpang dari Malaysia Disita Balai Karantina Bandara H.AS.Hanandjoedin
Istimewa Dokumen Balai Karantina
Petugas Balai Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara H.AS. Hanandjoedin Belitung menyita buah merah bawaan penumpang 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Terhitung Januari sampai hari ini, Kamis (27/2/2020) Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (wilker) Bandara H.AS. Hanandjoedin Kabupaten Belitung menyita dan melakukan penahanan barang berupa buah merah, cabai kering, sosis, daging ayam, dan sapi olahan, chicken nugget, serta dendeng daging babi.

Jumlah rincian dari barang yang disita seperti buah merah sebanyak 2 kilogram, cabai kering 1000 gram, sosis 680 gram, daging ayam olahan 5 kilogram, daging sapi olahan 1000 gram, chicken nugget 1 kilogram, serta dendeng daging babi 318 gram.

Penanggung jawab Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (wilker) Bandara H.AS. Hanandjoedin Kabupaten Belitung Zukhan Dwi Andiantoko mengatakan pihaknya melakukan penyitaan karena barang tersebut tidak memiliki surat sertifikat kesehatan dan dokumen resmi dari karantina.

Petugas Balai Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara H.AS. Hanandjoedin Belitung menyita buah merah bawaan penumpang
Petugas Balai Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara H.AS. Hanandjoedin Belitung menyita buah merah bawaan penumpang (Istimewa Dokumen Balai Karantina)

Barang yang disita nantinya akan dimusnahkan. Khususnya bagi dendeng daging babi akan dilakukan uji labolatorium karena ditakutkan bisa membawa virus ASF (virus babi).

"Untuk barang yang disita semuanya berasal dari Negara Malaysia," kata Zukhan Dwi Andiantoko kepada posbelitung.co, Kamis (27/2/2020)

Ia menuturkan pada prinsip pengawasan keluar masuk barang bawaan penumpang di bandara, pihaknya selalu mengacu pada peraturan Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 dengan menerapkan sistem pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan (8P).

Petugas Balai Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara H.AS. Hanandjoedin Belitung menyita buah merah bawaan penumpang
Petugas Balai Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara H.AS. Hanandjoedin Belitung menyita buah merah bawaan penumpang (Istimewa Dokumen Balai Karantina)

Adapun petugas yang turun ke lapangan guna melakukan pengawasan berjumlah empat orang setiap harinya menggunakan masker sesuai dengan arahan pusat karena sedang wabah virus corona.

Selain itu juga dibantu dengan petugas instansi terkait lainnya seperti Bea Cukai, Dinas Kehutanan, Karantina Ikan, Karantina Kesehatan, Imigrasi, dan pihak bandara dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Pengawasan barang yang dimaksud yaitu penerbangan antar area (daerah). Serta penerbangan internasional (antar negara) dalam hal ini Tanjungpandan ke Malaysia yang dilaksanakan setiap hari senin, rabu, jumat, dan minggu," ujar Zukhan Dwi Andiantoko.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada para penumpang yang ingin melalulintaskan barang bawaan baik itu barang hidup maupun olahan dan sebagainya. Agar segera mungkin melengkapi dokumen persyaratan seperti: sertifikat kesehatan dan dokumen resmi dari karantina dari negara dan daerah asal barang masing-masing.

"Karena semuanya sudah tertera dan sesuai dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku," pungkas Zukhan Dwi Andiantoko.

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Penulis: Ferdi Aditiawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved