Awas, Sering Cuci Tangan dan Pakai Sanitizer Justru Meningkatkan Risiko Infeksi Virus

Dilansir dari Japantoday.com, mencuci tangan dengan sabun terlalu sering juga dapat memiliki efek buruk, mengingat itu bisa mengikis kulit.

TRIBUNNEWS
Ilustrasi cuci tangan dengan sabun. 

Para pakar kesehatan telah menekankan, langkah-langkah pencegahan terhadap virus corona baru serupa dengan yang melawan influenza dan pilek.

Memang, gelombang influenza telah secara signifikan memudar di Jepang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, data pemerintah menunjukkan akhir pekan lalu.

Alkohol, yang dikenal memiliki sifat disinfektan, telah sering digunakan untuk menjaga tangan bebas dari bakteri dan virus.

Namun, pada saat yang sama, desinfeksi dengan alkohol menghilangkan kulit dari minyak dan air dan dapat menyebabkan tangan kasar dilakukan secara berlebihan.

Selain itu, mencuci tangan yang terlalu banyak dengan bahan kimia menimbulkan masalah iritasi kulit.

Ketika fungsi penghalang normal kulit terganggu, ia menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan makin kasar.

"Kulit kering dan rusak bisa menjadi sarang bakteri penyakit dan juga meningkatkan risiko virus memasuki tubuh melalui luka di kulit," kata juru bicara Kao.

"Untuk mencegah infeksi, jauh lebih penting untuk mencuci tangan dengan sabun dalam jumlah sedang selama lebih dari 30 detik secara efektif daripada mencuci tangan beberapa kali sehari," katanya.

Selain itu, ia mendesak konsumen untuk dengan kuat menyeka tangan mereka dengan handuk kertas atau handuk bersih setelah mencuci tangan, karena kondisi basah dapat menyebabkan gangguan kulit dan memudahkan agen patogen termasuk virus untuk melekat pada tangan.

Dia menambahkan lotion atau krim yang mengandung bahan pelembap sangat penting untuk menjaga kulit tangan dari pecah-pecah dan memperkuat fungsi penghalang. (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ternyata Sering Cuci Tangan & Pakai Sanitizer Tingkatkan Risiko Infeksi Virus, Ini Penjelasannya

Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved