Berita Pangkalpinang

Sering Bertingkah Aneh Dijalanan, Pria Rambut Pirang di Pasar Tren Diamankan Satpol PP Pangkalpinang

Seorang pria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Pangkalpinang

Sering Bertingkah Aneh Dijalanan, Pria Rambut Pirang di Pasar Tren Diamankan Satpol PP Pangkalpinang
Ist/Satpol PP Pangkalpinang
Satpol PP mengamankan pria yang kerap bertingkah aneh di jalanan, Jumat (28/2/2020) 

Sering Bertingkah Aneh Dijalanan, Pria Rambut Pirang di Pasar Tren Diamankan Satpol PP Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kerap bertingkah aneh di jalanan dan dianggap meresahkan masyarakat, seorang pria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Pangkalpinang, Jumat (28/2/2020) sekira pukul 16.30 WIB.

Pria berambut pirang itu sering berkeliaran di jalan dan menunjukkan tingkah anehnya terekam dalam video yang tersebar media sosial.

Tingkah anehnya yang terekam yakni berada di tengah perempatan lampu lalu lintas Ramayana dengan gaya bak pesilat. Dia juga sempat menghebohkan karena naik ke tiang listrik beberapa waktu lalu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pangkalpinang, Susanto, mengatakan, pihaknya mengamankan pria itu di kawasan Pasar Trem saat sedang nongkrong di jalanan tersebut.

Satpol PP kemudian membawa ke Dinas Sosial dan PPPA untuk penanganan lebih lanjut.

"Orang-orang di situ bilang kalau dia ini ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) tapi pas ditanya tadi dia mengaku ingin viral karena minta dipulangkan ke Lampung. Banyak orang menyebutnya dengan julukan Avatar, jadi kami langsung bawa ke dinsos untuk tindakan selanjutnya," jelas  Susanto saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jumat (28/2/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Pangkalpinang, Rika Komarina, menyatakan, saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Rumah Pelayanan Sosial (RPS) Kelurahan Pasir Garam. Namun untuk mengecek apakah pria tersebut memang mengalami gangguan jiwa maka perlu dilakukan assesment.

"Kami assesment dulu biar nanti hasilnya baru kami ambil tindakan. Tadi tim penanganan ODGJ sedang mengantar ke RSJ jadi di lapangan kami tidak ikut. Tunggu hasil assesment lah baru tau kondisinya seperti apa," ucap Rika.

Pihaknya akan mengambil tindakan setelah hasil assesment didapatkan. Misalnya yang bersangkutan merupakan memang warga Lampung dan meminta untuk dipulangkan, maka dinsos akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mekanisme pemulangannya.

Namun apabila pria tersebut merupakan warga Pangkalpinang, maka akan ditelusuri keberadaan keluarganya. Rika mengatakan, penanganan ODGJ bukan semata dilimpahkan ke pemerintah saja, melainkan butuh dukungan dari keluarga untuk penyembuhan.

Obat yang diberikan kepada ODGJ harus diminum rutin dan keluarga harus tetap mendampingi proses pengobatan.

Rika mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung mengirim pria tersebut ke Rumah Sakit Jiwa karena hasil assesment belum keluar dan untuk ditangani di RSJ harus jelas kepesertaan BPJS maupun identitasnya.

"Kami gak bisa langsung bawa begitu saja. Ada aturan dan kalau diantar ke RSJ langsung, pihak mana yang mau bertanggung jawab kalau dia belum jelas identitasnya siapa dan kondisinya bagaimana," ungkap Rika.

Pihaknya berusaha secepat mungkin melakukan assesment dan melakukan tindakan lanjut terkait pria rambut pirang tersebut.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved