Breaking News:

Kekerasan Terhadap Muslim India, Yasmin Tak Henti Meneteskan Air Mata saat Menunggu Jasad Sepupunya

Yasmin (35) tak henti meneteskan air mata saat menunggu jasad saudara sepupunya yang jadi korban kekerasan terhadap umat muslim di India.

Money SHARMA / AFP
Sudut kota New Delhi di kawasan pemukiman muslim tampak luluh lantak setelah diserang oleh kelompok radikal Hindu, Jumat (28/8/2020). 

"Saya berharap umat beragama di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari peristiwa di India. Kekerasan atas nama agama apapun tidak boleh terjadi di Indonesia. Mari kita kedepankan kehidupan beragama yang damai, rukun, toleran, bersama dalam keragaman," kata Fachrul Razi.

Viral WNI Terinfeksi Virus Corona Main Tik Tok di Rumah Sakit Taiwan, Ia Berjoget dan Bernyanyi

Dirinya mendoakan agar situasi di India kembali kondusif. Fachrul juga mendoakan agar Muslim di India mendapatkan keselamatan.

"Kita doakan para korban, dan kita berharap kehidupan beragama di India kembali kondusif," pungkas Fachrul.

Seperti di ketahui, kerusuhan di India berawal dari aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan yang mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim. Tercatat setidaknya ada 27 Muslim India yang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Simak video ini:

Donald Trump Sedang Kunjungi India, Terjadi Kerusuhan

Setidaknya 22 orang telah tewas dalam bentrokan selama tiga hari di New Delhi, India, dari Senin (24/2/2020) hingga Rabu (26/2/2020).

Bentrokan dimulai selama kunjungan kenegaraan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke India.

Menurut pihak berwenang, jumlah korban diperkirakan akan meningkat.

Keresahan atas Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan baru, dimulai sejak Desember tahun lalu.

Namun, bentrokan terbaru hari Rabu (26/2/2020), merupakan yang terburuk yang pernah terjadi di ibukota dalam beberapa dekade.

Sebelumnya, seorang pejabat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur di New Delhi mengatakan 13 orang telah meninggal dan lebih dari 150 orang terluka, sebagian besar dari mereka terkena luka tembak, dan telah dirawat.

Ibukota India menjadi pusat kerusuhan terhadap Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan.

Undang-Undang Amandemen Kewargenaraan yang baru mengatur bahwa akan lebih mudah bagi non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim, untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Airmata BCL Menetes saat Istri Mendiang Ashraf Sinclair Nyanyikan Lagu Karena Ku Cinta Kau

Di bawah hukum, agama minoritas seperti Hindu dan Kristen di negara tetangga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan, yang telah menetap di India sebelum 2015, akan memiliki kesempatan untuk menjadi warga negara India.

Mereka mendapat kesempatan menjadi warga negara India dengan alasan bahwa mereka menghadapi penganiayaan di negara-negara asalnya.

Pada Selasa (25/2/2020) bentrokan terjadi di beberapa daerah di timur-laut Delhi, berjarak hanya beberapa kilometer dari tempat Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu untuk mengadakan pembicaraan.

Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama konferensi pers bersama di Rumah Hyderabad di New Delhi pada 25 Februari 2020. Prakash SINGH / AFP.(Prakash SINGH / AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama konferensi pers bersama di Rumah Hyderabad di New Delhi pada 25 Februari 2020. Prakash SINGH / AFP.(Prakash SINGH / AFP) 

Dilansir dari abc.net.au, Menteri Dalam Negeri Junior India, G Kishan Reddy mengatakan kepada Asian News International ketika kunjungan Trump ke India, bahwa kekerasan adalah sebuah "konspirasi untuk memfitnah India."

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah mendengar tentang kerusuhan itu, namun ia tidak membicarakannya dengan Modi.

Dia menolak mengomentari undang-undang yang baru.

"Aku tidak ingin membahas itu. Aku menyerahkan hal itu pada India.

Mudah-mudahan mereka akan membuat keputusan yang tepat untuk rakyat," ucap Trump.

Dalam pidato terpisah pada Senin (24/2/2020), Trump memuji India sebagai negara yang toleran.

"India adalah negara yang dengan bangga merangkul kebebasan, kemerdekaan, hak-hak individu, aturan hukum dan martabat setiap manusia," katanya dalam sebuah rapat umum yang dihadiri lebih dari 100.000 orang di negara bagian Gujarat, India.

"Persatuanmu adalah inspirasi bagi dunia," pungkas Trump.

Situasi di Tempat Bentrokan Terlihat Sangat Suram

Saluran TV lokal menunjukkan asap besar mengepul dari ban yang telah dibakar, dan para saksi mata melihat gerombolan massa menggunakan tongkat dan batu berjalan di jalanan, dan batu-batu dilemparkan.

"Kami tidak memiliki senjata, tetapi mereka menembaki kami," kata Mohammad Shakir, seorang demonstran yang menentang hukum.

"BJP (Partai Bharatiya Janata) ini menargetkan Muslim. Mereka ingin mengubah India menjadi negara Hindu."

Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi selama protes di Amritsar pada 26 Februari 2020, menyusul bentrokan antara orang-orang yang mendukung dan menentang amandemen yang kontroversial terhadap undang-undang kewarganegaraan India di New Delhi. Polisi anti huru hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada hari Rabu dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 jiwa. Dua hari kerusuhan - bentrokan antara gerombolan bersenjatakan pedang dan senjata - adalah kekerasan terburuk yang terjadi di Delhi dalam beberapa dekade.NARINDER NANU/AFP. (NARINDER NANU/AFP.)
Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi selama protes di Amritsar pada 26 Februari 2020, menyusul bentrokan antara orang-orang yang mendukung dan menentang amandemen yang kontroversial terhadap undang-undang kewarganegaraan India di New Delhi. Polisi anti huru hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada hari Rabu dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 jiwa. Dua hari kerusuhan - bentrokan antara gerombolan bersenjatakan pedang dan senjata - adalah kekerasan terburuk yang terjadi di Delhi dalam beberapa dekade.NARINDER NANU/AFP. (NARINDER NANU/AFP.) 

Warga Muslim saat ini telah meninggalkan pinggiran kota yang terkena dampak karena mereka tidak lagi merasa aman.

BJP-nasionalis Hindu menyangkal adanya bias terhadap lebih dari 180 juta Muslim di India.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Para saksi di rumah sakit setempat berbicara dengan korban Hindu dan Muslim yang terluka dalam kekerasan pada hari Selasa.

Korban di kedua sisi kekerasan menderita luka tembak, dan banyak yang terlihat luka-luka di kepala dan tubuh mereka.

Pernikahan Viral di Facebook, Janda Menikah Lagi Bareng 3 Anak Gadisnya

Seorang pejabat departemen pemadam kebakaran mengatakan timnya mendapat lebih dari belasan panggilan atas serangan pembakaran.

"Kami telah mencari perlindungan polisi karena kendaraan kami diblokir untuk memasuki daerah yang terkena dampak.

Situasinya sangat suram," kata direktur Departemen Pemadam Kebakaran Delhi, Atul Garg.

Komisaris gabungan polisi Alok Kumar mengatakan, sekitar 3.500 polisi dan petugas paramiliter telah dikerahkan.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang memprotes undang-undang kewarganegaraan di lingkungan Jafrabad di utara-timur Delhi, Selasa (25/2/2020).

Dikatakan oleh Kumar, seorang petugas polisi telah terbunuh dalam kekerasan setelah dia terkena lemparan batu.

Belasan petugas lainnya terluka ketika mereka mencoba melerai kelompok-kelompok yang bersinggungan.

Di New Jafrabad, warga berpatroli di jalan dengan tongkat dan batang logam.

Dua wartawan dengan saluran berita NDTV lokal diserang dan dipukuli oleh massa.

Simak video ini:

(Tribunpekanbaru/Guruh Budi Wibowo/Tribunnews/Fahdi Fahlevi/TribunnewsWiki.com/Ron)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Masjid Dibakar, Rumah-rumah Diserang di New Delhi : 'Mereka Membunuh Karena Kami Muslim'

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved