Berita Pangkalpinang

Perairan Tangkap Bangka Selatan Masuk Wilayah Tambang di Perda RZWP3K, Rina Tarol: Kasihan Nelayan

wilayah tangkap nelayan di Kabupaten Bangka Selatan masuk dalam zona tambang, berdasarkan pengesahan Raperda RZWP3K

Bangkapos.com/Riki Pratama.
Anggota DPRD Babel, Rina Tarol. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Rina Tarol, mengungkapkan keprihatinanya terkait masuknya wilayah tangkap nelayan di Kabupaten Bangka Selatan masuk dalam zona tambang, berdasarkan pengesahan Raperda RZWP3K, oleh DPRD Babel, pada Jumat (28/2/2020) kemarin.

"Kasihan masyarakat nelayan mau hidup, sementara wilayah tangkap yang merupakan kantong ikan Babel menjadi zona pertambangan. Kalau sampai di jalankan walaupun ada Perda RZWP3K, berharap tidak dikerjakan, (untuk zona tersebut) kasihan masyarakat akan terjadi tumpah darah dan berjibaku,"ungkap Rina Tarol, ditemui dalam acara Rakerda DPD PDI Perjuangan, Sabtu (2/2/2020) di hotel Sol Marina.

Sementara, disinggung terkait Fraksi PDI Perjuangan yang mendukung disahkan Perda tersebut, Rina menyampaikan itu upaya mendukung investasi dan pengembangan wilayah pelabuhan dan kawasan KEK di Bangka Belitung.

"Perda RZWP3K dibahas periode kemaren, dan kami pada periode ini sekedar Paripurna, seharusnya minimal perwakilan Basel berjuang, untuk ada kiranya perairan Pongok, Batu Perahu bebas tambang itu kantong ikan Babel, tetapi ini lolos semua. Ada pasal tertentu harus kita kaji kembali, terutama daerah kantong ikan perairan nelayan, tangkap nelayan tidak jadikan tambang, bisa hancur Babel ini,"keluhnya.

Rina menjelaskan dirinya juga tidak bisa berbuat banyak karena dia bukan ketua Partai ataupun fraksi terkait rancangan Perda Zonasi tersebut.

"Karena bukan ketua partai dan ketua Fraksi dan belum masuk anghgota DPRD waktu itu, harusnya bukan menolak RZWP3K, ada memang daerah dan wilayah untuk dirambah, agar menjadi tempat inventasi, pembangunan Pelabuhan, Kawasan Ekonomi Khusus, kalau PDIP tidak setuju semua di perairan laut tidak jalan,"ungkapnya.

Berbeda dengan Komisaris PT Timah, Rustam Effendi, mengucapkan selamat terkait telah di setujuinya Rancangan Perda Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

Mantap Gubernur Babel ini, mengatakan sudah saatnya Pemerintah Provinsi Babel memiliki aturan terkait pengaturan zona-zona tersebut.

"Memang sudah saatnya disahkan Perda RZWP3K cuman terkait tambang di Bangka Belitung kewenangan pusat, Bangka Belitung sudah tercatet asetnya, pada prinsipnya saya senang adanya zona ini sehingga terpetakan, mana tambang, wisata, perikanan kita harapkan semua stakholder mematuhi dan bila bekerja diluar itu melakukan tindakatan sesuai aturan,"ungkap Rustam Effendi ditemui ditempat yang sama.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved