Berita Bangka Selatan

Nelayan Batu Perahu Sebut Disahkannya RZWP3K Perlahan Hancurkan Nelayan dan Pariwisata

Di Kabupaten Bangka Selatan beberapa titik perkembangan pariwisata pesisir tidak bisa lepas dari tangan masyarakat dan nelayan

Ist/Nelayan Batu Perahu
Akses jalan yang ditutup oleh warga nelayan di wilayah Pantai Batu Perahu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perwakilan Nelayan Pantai Batu Perahu Kecamatan Toboali, Joni Zuhri menyatakan dengan disetujuinya RZWP3K, pemerintah secara perlahan menghancurkan kehidupan para nelayan dan pariwisata yang ada di Bangka Belitung.

Di Kabupaten Bangka Selatan, dikatakan Joni Zuhri di beberapa titik perkembangan pariwisata pesisir tidak bisa lepas dari tangan masyarakat dan nelayan yang telah merintis wisata pantai.

Sebut saja Pantai Batu Perahu, Joni Zuhri menyatakan jika perkembangan yang ada di Pantai Batu Perahu adalah hasil bahu-membahunya masyarakat dan nelayan dan secara swadaya membangun keindahan pantai.

"Mulai dari pembangunan jalan yang tadinya hanya bisa dilewati motor sekarang sudah bisa dilewati berbagai macam kendaraan serta fasilitas lain yang dikerjakan secara gotong-royong oleh masyarakat dan nelayan, namun pemerintah sangatlah egois," tutur Joni Zuhri pada Minggu, (1/3/2020).

Untuk itu, penutupan akses menuju Pantai Batu Perahu adalah sebagai permulaan dari kekecewaan nelayan.

"Tunggu saja kedepannya pasti akan terjadi suatu peristiwa yang lebih besar karena masyarakat sangat kecewa," tegas Joni Zuhri. 

Pemblokadean jalan menuju Pantai Batu Perahu di Toboali
Pemblokadean jalan menuju Pantai Batu Perahu di Toboali (Ist/Nelayan Batu Perahu)

Kecewa Atas Pengesahan RZWP3K

Nelayan Pantai Batu Perahu Kecamatan Toboali blokade akses jalan menuju pantai Batu Perahu lantaran kecewa dengan pengesahan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K) yang terjadi beberapa waktu lalu di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perwakilan Nelayan Pantai Batu Perahu, Joni Zuhri ketika dihubungi menyatakan pemblokadean terhadap akses jalan menuju Pantai Batu Perahu sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan khususnya para nelayan.

"Ini adalah bentuk kekecewaan dan protes kami sebagai nelayan atas pengesahan RZWP3K yang tidak membela nelayan," ujar Joni Zuhri pada Minggu, (1/3/2020)

Halaman
12
Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved