Breaking News:

Advertorial

Jadi Pembicara di Fisip UBB: Azyumardi Azra Kupas Cara Menangkal Terorisme dan Radikalisme

Jumat (28/2) FISIP UBB kembali menggelar rangkaian kegiatan International Class on Asia Community 2020 (IcoAC 2020).

Jadi Pembicara di Fisip UBB: Azyumardi Azra Kupas Cara Menangkal Terorisme dan Radikalisme - jadi-pembicara-di-fisip-ubb-azyumardi-azra-kupas-cara-menangkal-terorisme-dan-radikalisme.jpg
ist/UBB
Jumat (28/2) FISIP UBB kembali menggelar rangkaian kegiatan International Class on Asia Community 2020 (IcoAC 2020) yang merupakan kerjasama antara FISIP UBB dengan One Asia Foundation-Tokyo.
Jadi Pembicara di Fisip UBB: Azyumardi Azra Kupas Cara Menangkal Terorisme dan Radikalisme - jadi-pembicara-di-fisip-ubb-azyumardi-azra-kupas-cara-menangkal-terorisme-dan-radikalisme1.jpg
ist/FISIP UBB
Jumat (28/2) FISIP UBB kembali menggelar rangkaian kegiatan International Class on Asia Community 2020 (IcoAC 2020) yang merupakan kerjasama antara FISIP UBB dengan One Asia Foundation-Tokyo.

BANGKAPOS.COM--Negara Indonesia merupakan negara yang beragam suku bangsa, etnis dan agama, keberagaman ini dulunya tidak pernah menimbulkan yang namanya konflik. Kita tinggal dan hidup secara damai dan berdampingan. Namun, seiring terjadinya tragedi penabrakan pesawat tanpa awak pada World Trade Center (WTC) atau yang terkenal dengan tragedi 11/9, membawa dampak pada dunia global dan Indonesia.

Tragedi WTC ini kemudian menjadi penyebab lahirnya kekerasan komunal, radikalisme dan terorisme di Indonesia, yang mana pertama kali ditandai dengan adanya peristiwa Bom Bali I.

Fenomena ini sulit untuk dihilangkan, mengingat ada beberapa faktor yang menyebabkan akn terus tejadinya hal ini, antara lain: konflik antar entis dan agama yang masih berkelanjutan di dunia global, ketidakadilan internasional, serta kokohnya dan romantisme terhadap pemahaman agama dan etnis yang idealistik.

Oleh karena itu, perlu penanganan dan pendekatan secara komprehensif untuk menjawab persoalan ini, mulai dari pendekatan hukum, sosial, ekonomi dan pendidikan.

Demikianlah paparan Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam acara kelas internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB).

Jumat (28/2) FISIP UBB kembali menggelar rangkaian kegiatan International Class on Asia Community 2020 (IcoAC 2020) yang merupakan kerjasama antara FISIP UBB dengan One Asia Foundation-Tokyo.

Kelas internasional merupakan salah satu bentuk kegiatan dari kerjasama ini. Layaknya perkuliahan pada umumnya, kelas internasional ini akan diselenggarakan selama kurang lebih 16 pertemuan dengan menghadirkan tenaga pengajar dari tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Di penghujung pertemuan nanti, program IcoAC ini akan memberikan award kepada mahasiswa yang berprestasi.

Award yang diberikan dapat berupa beasiswa, keikutsertaan peserta pada konferensi internasinal, dan biaya publikasi jurnal penelitian.

Kali ini yang merupakan pertemuan kelima kelas internasional mengangkat tema “Conflict, Terorism and Radicalism: Againts Wall of Nation” dengan menghadirkan langsung narasumber yang kompeten dalam membahas isu tersebut, yakni Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).

Kelas ini dipandu oleh moderator Rendy, MA (dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB) dan dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa baik mahasiswa dalam lingkungan kampus UBB juga dari luar kampus UBB.

Selain para peserta, pada pertemuan ini tampak hadir pula civitas akademika pada lingkungan kampus Universitas Bangka Belitung. Peserta terlihat antusias dalam menyimak kuliah yang diberikan oleh Prof. Azyumardi Azra, ini terlihat dari banyaknya peserta yang ingin bertanya terkait tema dan isu konflik, terorisme dan radikalisme.

Dr. Ibrahim selaku Dekan FISIP UBB dan penanggung jawab kegiatan ICoAC 2020 menyatakan apresiasi tinggi kepada Prof Azyumardi Azra yang sudah berkenan hadir di kampus ini untuk berbagi informasi dan pengetahuan tentang persoalan konflik, terorisme dan radikalisme.

“Seperti yang dikatakan narasumber tadi, pendidikan menjadi salah satu pendekatan dan cara yang dapat mengurangi fenomena terorisme dan radikalisme. Oleh karena itu, kelas internasional kali ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada peserta terkait fenomena ini, sehingga dapat membantu meminimalisir persoalan ini” ujar Dr. Ibrahim. (*)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved